Berita

Suhardi Alius/Humas BNPT

Pertahanan

Kepala BNPT Akui Banyak Tergantung Dari Kopassus

RABU, 06 MARET 2019 | 11:50 WIB | LAPORAN:

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD selama ini dinilai telah ikut berperan penting dalam membantu tugas Badan Nasional Penanggulagan Terorisme (BNPT) dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme-terorisme di tengah-tengah masyarakat.

Selama ini kinerja Kopassus bersama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL dan Satuan Bravo 90 Paskhas TNI-AU yang tergabung dalam Satauan Tugas Pencegahan (Satgas Cegah) BNPT cukup efektif dalam membantu BNPT.

Hal tersebut diutarakan Kepala BNPT, Suhardi Alius usai memberikan pembekalan kepada jajaran prajurit Kopassus tentang Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang berlangsung di Balai Komando, Komplek Makopassus, Cijantung, Jakarta, Selasa (5/3).
 

 
"Sangat efektif (pelibatan Kopassus). Karena dia punya kemampuan teritorialnya, bahkan unsur intelijen bagaimana memetakan, mendeteksi. Kita juga banyak tergantung dari teman-teman dari Kopassus, dari Denjaka dan dari Sat Bravo 90 yang mana kita libatkan semuanya untuk melaksanakan suatu kontribusi yang terintegrasi dalam rangka upaya pencegahan terorisme," paparnya.

Bahkan menurut dia, selama ini Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT juga selalu dari Kopassus.

"Selama ini kita tunjuk dari Kopassus karena  mempunyai anggota-anggota yang betul-betul militan, yang bisa turun ke lapangan untuk memonitor itu semua. Dan saya berterima kasih karena saya dapat laporan laporan dari teman-teman Kopassus yang turun ke lapangan dan itu menjadi masukan buat kami dalam mengambil keputusan," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lanjut Suhardi mengatakan, beberapa hari ke depan BNPT akan kembali menggelar latihan mitigasi penanggulangan terorisme. Sebagaimana latihan-latihan sebelumnya seperti di Semarang dan Asian Games, dalam latihan tersebut semua institusi terkait juga ikut dilibatkan.

"Jadi bukan cuma TNI  baik dari (Angkatan) Darat, Laut, Udara dan polisi, tetapi termasuk instansi terkait lainnya," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sengaja diundang oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen I Nyoman Cantiasa untuk memberikan pemahaman tentang isu terorisme yang terjadi di Indonesia.

"Saya memberikan pemahaman secara utuh kepada seluruh jajaran pimpinan di Kopassus sehingga tahu persis apa yang  terjadi dan apa antisipasinya ke depan," imbuhnya.

Suhardi menjelaskanbahwa ke depannya tidak hanya prajurit Kopassus yang akan mendapatkan pembekalan seperti ini.

“Saya dengar akan ada undangan dari Marinir, kemudian dari Kostrad. Bahkan tadi ada saran bahwa Kodam-Kodam juga meminta saya untuk memberikan pencerahan semacam ini sehingga tahu persis. Karena kebanyakan mereka ada di lapangan sehingga tahu persis apa yang bisa dikerjakan di daerah seperti di perbatasan, daerah konflik itu," ucap mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Polres Depok ini mengakhiri.

Sementara itu Danjen Kopassus mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kepala BNPT melalui pola Soft Power Approach dalam mengurai akar masalah terorisme yang ada di Indonesia.

"Ternyata dengan kegiatan Kepala BNPT selama ini begitu luar biasa untuk mempertemukan dan mendamaikan (pelaku dan korban terorisme) bahwa kita sebagai anak-anak bangsa harus bersatu untuk membangun negeri ini," ujar mantan Kasdam XVII/Cenderawasih ini.

Dengan adanya pembekalan dari kepala BNPT kepada prajurit Kopassus ini, ia berharap BNPT bersama jajarannya bisa terus menjalin komunikasi dengan satuan yang dipimpinnya

“Harapan kami ke depan bahwa Kepala BNPT khususnya dan jajarannya terus melaksanakan komunikasi dengan Kopassus sehingga bagaimana perkembangan diluar kami selaku prajurit Kopassus bisa terus memonitor,” kata
alumni Akmil tahun 1990 yang juga merupakan lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa ini.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya