Berita

Joko Widodo/Net

Publika

Menikmati Publikasi Survei Denny JA

RABU, 06 MARET 2019 | 09:08 WIB

LEMBAGA survei milik Denny JA kembali membuat publikasi hasil survei Pilpres. Hasilnya? Tidak usah kaget.

Jokowi-Maruf unggul jauh di atas Prabowo-Sandi. 58,7 persen lawan 30,9 persen. Selesihnya 27,7 persen! Amazing!

Kalau kita percaya dengan hasil survei Denny, sesungguhnya Pilpres 2019 sudah selesai.


Dengan waktu tinggal sekitar 40-an hari, tidak mungkin bagi Prabowo mengejar Jokowi. Jarak elektabilitasnya terlalu jauh. Hanya orang sakti mandraguna saja bisa mengubahnya.

Itu memang target yang diinginkan Denny agar publik terpengaruh oleh publikasinya. Dalam teori marketing itu disebut sebagai band wagon effect. Sebuah efek di mana seorang pemilih yang masih belum memutuskan, akan ikut memilih calon yang paling banyak dipilih.

Sayangnya publik saat ini jauh lebih cerdas. Sebaliknya reputasi Denny juga sudah telanjur tercemar. Jadi survei Denny ini hanya usaha sia-sia. Dia cuma ingin menyenangkan klien yang membayarnya.

Ada beberapa alasan mengapa kita bisa menyimpulkan survei Denny sebagai upaya menggarami air laut.

Pertama, kredibilitas Denny sudah sangat tercemar. Beberapa surveinya, mulai dari Pilkada DKI 2017, sampai Pilkada serentak 2018, semuanya meleset jauh.

Di Pilkada DKI Denny menjadi konsultan pasangan Agus-Silvy. Silakan dibuka kembali jejak digitalnya. Sangat jelas dia mencoba  men-spin hasil survei.

Salah satu yang paling menggelikan ketika dia mengumumkan hasil survei elektabilitas paslon dengan rentang terendah dan rentang tertinggi.  

Bagi Anda yang pernah belajar metodologi penelitian di kampus, pasti akan bingung dan kemudian terbahak-bahak membaca survei Denny.

Kurang dari sebulan dari Pilkada DKI Putaran Pertama (15 Februari 2017), Denny memprediksi Anies-Sandi akan tersingkir, dan Agus-Silvy elektabilitasnya tertinggi. Setelah itu hanya sekitar empat hari sebelum putaran pertama (11 Februari 2017) Denny kembali mengunggulkan Agus-Silvy. Anies-Sandi tersingkir.

Hasilnya seperti kita ketahui, Ahok-Djarot di tempat pertama  dan Anies-Sandi di tempat kedua. Agus-Silvy tersingkir.

Setelah gagal total di putaran pertama, Denny segera banting stir. Dia langsung menempel Anies Baswedan.

Dia menawarkan bantuan tanpa bayar. Sebab dari beberapa survei yang obyektif sudah diketahui Anies-Sandi akan menang.

Benar saja, Anies-Sandi menang. Denny kemana-mana mengklaim bahwa Anies-Sandi menang karena bantuannya. Kemenangan Anies-Sandi dimasukkan dalam daftar rekor kemenangannya. Orang seputar Anies yang tahu kelakukan Denny marah besar.

Pada Pilkada Serentak Jabar dan Jateng LSI Denny JA kembali membuat kesalahan besar. Hasil surveinya salah total dengan margin error lebih dari 20 persen. Jejak digitalnya juga dengan mudah dicari.

Kedua, gagal dalam mempertahankan reputasi sebagai ahli survei, pada Pilpres 2019 Denny mengejar karir sebagai ahli meme. Setiap hari dia membanjiri medsos dengan berbagai meme.

Sayangnya di bidang keahlian baru ini Denny juga gagal. Banyak orang yang sebal dengan memenya. Memenya tidak obyektif. Sangat kentara meme pesanan. Setiap hari dia memuji-muji Jokowi dan men-downgrade Prabowo.

Dari meme yang dibuat Denny sangat jelas bahwa dia ingin mempengaruhi opini publik. Dengan begitu bisa disimpulkan, publikasi survei dan meme Denny dalam rangka mempengaruhi opini publik.

Ketiga, sejumlah publikasi yang lebih kredibel -bukan dilakukan oleh tim sukses paslon menyatakan elektabilitas Jokowi-Maruf sudah di bawah 50 persen. Sudah lampu merah.

Lembaga survei Median menyebut elektabilitas Jokowi-Maruf hanya 47,7 persen.

Sebuah publikasi terbaru dari lembaga survei Polmark yang dibesut oleh Eep Saefullah Fatah malah menyebutkan elektabiltas Jokowi-Maruf hanya 40,4 persen.

Angka itu memang lebih unggul dibanding Prabowo-Sandi sebesar 25,8 persen. Yang perlu dicatat Polmark menyebut angka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebanyak 33.8 persen. Angka itu sangat besar dan bisa mengubah konstelasi.

Dengan posisi Jokowi sebagai inkumben dan telah berkampanye selama lima tahun, besarnya pemilih yang belum menentukan pilihan sangat menakutkan. Mereka cenderung akan memilih Prabowo karena tidak puas dengan Jokowi.

Pergeseran suara undecided voters ke Prabowo juga terlihat setelah debat kedua. Banyaknya kebohongan Jokowi yang diungkap media, membuat mereka beralih ke Prabowo, atau setidaknya tidak lagi mau memilih Jokowi. Potensi golput membesar.

Fakta inilah yang dibaca Denny. Dia mencoba mempengaruhi undecided voters, jangan sampai golput, apalagi beralih memilih Prabowo.

Publikasi survei, sekali lagi digunakan untuk mempengaruhi publik agar memilih Jokowi.

Obyektivitas dan akal sehat dia korbankan demi mengejar gepokan rupiah yang dibayarkan kliennya. Sikap ini sungguh sangat disayangkan dilakukan oleh figur terdidik sekelas Denny.

Ada baiknya Denny mengingat kembali sebuah frasa yang sangat terkenal 'Money can’t buy everything.'

Kecuali bila dia punya prinsip sebaliknya. 'Bahwa uang bisa membeli segalanya.”  Termasuk kehormatan gelar sebagai “Pelopor Puisi Esai Indonesia.'

Djadjang Nurjaman

Pemerhati Media dan Ruang Publik

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya