Berita

Bambang Soesatyo/RMOL

Politik

PDIP: Bambang Soesatyo Dari Dulu Berani Ambil Resiko

RABU, 06 MARET 2019 | 01:58 WIB | LAPORAN:

. Target merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo dinilai terlalu berani, bahkan beresiko besar.

Demikian disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno dalam Forum Legislatif bertema "4 RUU Rampung Sesuai Target? di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4).

"Pidato ketua DPR terkait target penyesaian RUU sangat berani karena disampaikan secara tertulis dinyatakan dalam suatu rapat paripurna yang kita semua tahu, rapat yang punya gengsi dan forum tertinggi di DPR," kata Hendrawan.


Sedangkan terkait target RUU yang diselesaikan, menurutnya punya resiko besar. Sebab saham untuk menyelesaikan satu RUU menjadi UU tanggungjawab pemerintah dan DPR. Namun ada juga faktor di luar kendali DPR.

"Sebab sesuatu di luar kendali dan kita membuat target itu mengandung risiko, tetapi memang bapak Bambang ini dari dulu orang yang berani ambil resiko, ingat waktu menjadi anggota Pansus Century berani sekali, jadi ini pun berisiko," katanya.

Dia mengakui untuk menyelesaikan satu RUU menjadi UU, memang harus ada political will, baik dari pemerintah dan DPR.

"Jadi ini sekali lagi menyangkut komunikasi, koordinasi dan sinergi kegiatan yang ada di DPR dengan yang ada di pemerintah, ini yang sampai hari ini memang belum maksimal," demikian Hendrawan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo optimistis empat RUU  bisa disahkan dalam masa persidangan IV. Keempat RUU tersebut termasuk dalam 34 RUU yang masih dalam tahap pembahasan.

"Di bidang legislasi, kita mempunyai 34 RUU yang masih dalam tahap pembahasan pada pembicaraan tingkat I antara DPR dan Pemerintah. Baik RUU yang berasal dari DPR, pemerintah, maupun yang datang dari DPD. Kita optimistis empat RUU dapat disahkan menjadi UU pada masa persidangan ini," kata Bamsoet sapaan akrabnya dalam pidato pembukaan masa persidangan IV, Senin (4/3).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya