Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo: Saya Diminta Buktikan Kebocoran Negara, Nanti Setelah Terpilih

MINGGU, 03 MARET 2019 | 12:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Calon presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto kembali menyinggung soal data Rp 11.000 triliun uang warga negara Indonesia yang parkir di luar negeri.

Prabowo heran data yang disampaikannya ini tak diakui pemerintah Jokowi.  

"Saya justru aneh tokoh pemerintah sekarang membantah ucapan pemerintah 2-3 tahun lalu, apakah penasihatnya ganti, saya tidak mengerti," ujar Prabowo di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (3/3).


Padahal, lanjut Prabowo, Menteri Keuangan sendiri yang menyatakan adanya belasan ribu triliun harta WNI tersembunyi di luar negeri. Inilah yang lantas melatari pemerintah Jokowi mengeluarkan kebijakan tax amnesty untuk menarik seluruh kekayaan itu ke dalam negeri. Sosok menkeu dimaksudnya tak lain Bambang Brodjonegoro.

"Kami dukung itu tax amnesty. Tapi kok sekarang malah saya diminta mana buktinya ada kebocoran itu," tegasnya.

Mantan Danjen Kopassus itu mengakui bukan seorang ekonom, tapi dirinya selalu mengamati fenomena yang terjadi terkait kondisi ekonomi bangsa sejak tahun 1997.

"Secara empiris kejadian yang kita terima berkali-kali ini jadi fakta. Kebocoran sudah terjadi berpuluh-puluh tahun terus saya diminta buktikan, nanti saya buktikan kalau terpilih," pungkasnya.***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya