Berita

Masjid/Net

Nusantara

Rekomendasi Alim Ulama Soal Sebutan Kafir, Upaya Kriminalisasi Pemuka Agama?

MINGGU, 03 MARET 2019 | 09:19 WIB | LAPORAN:

Rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdatul Ulama (NU) diduga merupakan cikal bakal aturan untuk mengkriminalisasi kiyai, ustadz dan habaib.
 
Begitu kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththat akhir pekan ini.
 
Dia menjelaskan, berdasarkan Al Quran Surat Al Maidah Ayat 73, penganut agama lain merupakan orang-orang yang menolak ajaran Islam atau kafir. Makanya, ditegaskannya rekomendasi itu sebagai kebohongan atas nama Allah.
 

 
"Tidak ada lagi yang lebih zalim selain orang yang membuat dusta atas nama Allah," tegasnya dalam diskusi bertajuk "Siapa Raja Bohong Pembuat Gaduh Indonesia?" di Kantor Sekretariat Koppasandi, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (2/3).
 
Bukannya tanpa tujuan, rekomendasi itu diduga merupakan jalan untuk memuluskan operasi menyudutkan para mubaligh atau tokoh Islam agar bisa digiring ke penjara dengan pasal hate speech atau ujaran kebencian.
 
Hal itu diduganya bisa direalisasikan jika nanti pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno kalah.
 
"Saya ingin memberikan wawasan kepada teman-teman semua bahwa ini nanti akan digiring sampai kesana. Kalau mereka menang, maka akan. digiring ke sana. Kiyai akan dimasukkan ke penjara hanya dengan kata kafir," tudingnya.
 
"Ini bukan tidak mungkin kalau mereka menang, akan di realkan penangkapan-penangkapan khatib-khatib Jumat, kiyai, ustadz yang menyentil ayat-ayat yang mengandung kata-kata kafir. Ini bahaya," pungkasnya. **

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya