Berita

Thaksin Shinawatra/Net

Global

Dorong Demokrasi Thailand, Pendukung Keluarga Shinawatra Turun Ke Jalan

MINGGU, 03 MARET 2019 | 07:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendukung partai-partai yang bersekutu dengan keluarga Shinawatra Thailand menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (2/3).
 
Aksi itu digelar jelang putusan pengadilan yang dapat memberikan pukulan bagi prospek mereka dalam pemilihan nasional akhir bulan ini.
 
Unjuk rasa tersebut berlangsung di sejumlah wilayah di Thailand, termasuk ibukota Bangkok dan kota kelahiran Thaksin Shinawatra, Chiang Mai.
 

 
Anggota partai Pheu Thai yang terkait dengan Shinawatra berbicara kepada banyak pendukung di sebuah stadion di Chiang Mai ketika matahari terbenam. Dia menjanjikan pengembangan dan insentif bagi para wirausahawan di kota bagian utara Thailand itu.
 
Thaksin, yang tinggal di pengasingan untuk menghindari penjara di Thailand memiliki banyak dukungan dari petani padi dan sebagian besar pemilih kelas pekerja perkotaan karena kebijakannya yang pro-kaum miskin dan kemudi ekonomi.
 
Tetapi dia dihina oleh elit kerajaan karena kebijakan-kebijakannya tersebut.
 
Sebelumnya, ribuan orang juga berkumpul di pusat bersejarah Bangkok untuk kampanye menolak Partai Raksa Chart Thailand dibubarkan. Partai itu diketahui juga merupakan partai yang terkait dengan klan Shinawatra.
 
Tetapi Raksa Chart Thailand dapat dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi pada 7 Maret mendatangvsetelah upayanya untuk mengusung kaka perempuan Raja Thailand sebagai calon perdana menteri.
 
Para pendikung Shinawatra mengatakan, pengadilan memiliki masa depan demokrasi Thailand di tangan mereka dengan militer bertekad untuk kembali sebagai pemerintah sipil.
 
"Jika dibubarkan, itu akan merusak harapan kita akan demokrasi yang buruk," kata Chailerm Phothijad, salah seorang pengunjuk rasa seperti dimuat Channel News Asia. **

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya