Berita

Prajurit TNI/Net

Politik

Penambahan Kodam Jadi Solusi Atasi Perwira TNI Yang Nonjob

SABTU, 02 MARET 2019 | 07:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Terkait banyaknya Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI yang nonjob alias menganggur, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengusulkan agar para perwira tersebut bisa ditempatkan di badan-badan sipil seperti kementerian atau lembaga lain setingkat kementerian.

Usulan itu memunculkan polemik di tengah publik. Ada yang menganggap usulan itu seperti hendak mengembalikan Dwifungsi ABRI seperti masa Orde Baru dulu, namun ada juga yang menganggap hal sah-sah saja selama untuk kepentingan negara.

Menurut Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha, lebih baik untuk menyiasati kelebihan Pati dan Pamen tersebut lebih baik dibuat Komondo Daerah Militer (Kodam) baru.


"Nah ini kenapa tidak jumlah Kodam itu ditambah. Lebih baik diperluas saja," ungkap Tamliha di komplek DPR, Jakarta, Jumat (1/3).

Menurut dia, di daerahnya Banjarmasin, Kalimantan Selatan dahulu memiliki Kodam, namun seiring berjalannya waktu, Kalimantan akhirnya disempitkan satu Kodam bernama Tanjungpura. Kemudian pada tahun 2010 ditambah satu Kodam lagi yakni Mulawarman.

"Dulu di Banjarmasin ada Kodam Lambung Mangkurat. Jadi di Kalimantan ada 3 Kodam, Kodam Mulawarman, Lambung Mangkurat dan Tanjungpura," terangnya.

Sehingga menurut dia cara itu efektif untuk menempatkan para Pati dan Pamen yang saat ini nonjob. Hal itu juga bisa diterapkan di daerah lain selain Kalimantan.

"Sekarang di Kalimantan ada 2 Kodam ya tambah lagi satu supaya ada tambah job untuk seorang Bintang Dua menempati Kodam itu. Daripada dia jadi pengangguran politik nanti ikut-ikutan ngatur-ngatur Pilpres," tandasnya. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya