Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Komnas HAM Soal TNI Jabat Posisi Sipil: Satu-Satunya Jalan Harus Pensiun Dini

SABTU, 02 MARET 2019 | 02:43 WIB | LAPORAN:

Rencana penempatan militer atau perwira aktif menempati jabatan sipil terus menuai kritik. Undang-Undang jelas mengatur anggota TNI tidak boleh menduduki jabatan sipil.

"Undang-Undang 34 Tahun 2004 tentang TNI menyebut anggota TNI tidak boleh duduki jabatan sipil," kata Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Choirul Anam dalam diskusi "Kembalinya Militer dalam Urusan Sipil" di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Ia mengatakan semua prajurit termasuk perwira menengah dan tinggi tidak boleh mengisi jabatan di institusi sipil. Satu-satunya peluang perwira aktif bisa menjadi pejabat sipil diatur Pasal 47 ayat 2.


"Satu-satunya jalan ya pensiun (dini)," tegasnya.
Dalam UU itu, kata Choirul, juga sudah jelas membatasi jabatan yang bisa diisi perwira aktif. Pasal 47 ayat 2 menyebutkan prajurit aktif hanya diperkenankan menduduki jabatan-jabatan yang memiliki keterkaitan dengan fungsi pertahanan seperti Kementerian Pertahanan, Kemenkopulhukam, Sekmil Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lemhanas, Dewan Pertahanan Nasional, Narkotika Nasional dan Mahkamah Agung.
"Yang pasti pasal 47 ayat 2 itu membatasi. Jadi rencana itu sangat bertentangan dengan semangat reformasi dan kekecewaan publik soal dwifungsi ABRI," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya