Berita

Neno Warisman/Net

Politik

Pakar HTN: Konstitusi NKRI Lebih Mengerikan Daripada Doa Neno

RABU, 27 FEBRUARI 2019 | 18:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Teks konstitusi NKRI sebetulnya lebih mengerikan dibandingkan puisi aktivis Titi Widoretno Warisman yang lebih akrab dipanggil Neno Warisman.  

Setidaknya ini yang ditangkap pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin saat berbicara dalam diskusi kondang di sebuah televisi swasta nasional, Selasa malam (26/2).

Irman menuturkan, awalnya ia bertanya-tanya maksud dari puisi Neno itu yang dibacakan dalam acara malam Munajat 212, beberapa waktu lalu dan menimbulkan kontroversi.


"Kemudian saya membaca lengkap puisi Neno, buka Youtube dan mencoba membayangkan apa yang terjadi di balik goresan kata-kata dalam UUD sebuah negara.Karena saya berbicara sebagai ahli tata negara. Maka sebenarnya di balik teks kata-kata konstitusi itu jauh lebih mengerikan daripada doa Neno, karena konstitusi itu adalah kristalisasi munajat umat manusia terhadap Tuhannya akan penindasan terhadap kekuasaan yang dikhawatirkan secara terus menerus," urai Irman.

"Kenapa ada konstitusi sampai sekarang? karena kita terus mengkhawatirkan kekuasaan itu bisa menerkam kebebasan kita, baik sebagai umat manusia maupun warga negara," lanjut Irman menekankan.

Irman lantas memberi perumpamaan jika UUD 1945 dibaca sebagai doa.  

"Ya Allah sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Ya Allah penjajahan di atas dunia itu harus dihapuskan maka mungkin Jepang dan Belanda yang marah, ini maksudnya apa? kamu menyinggung kami di sini, sudah difasilitasi BPUPKI, PPKI tiba-tiba berdoa seperti itu," tutur Irman.

Lanjut ke ayat kedua konstitusi Indonesia, masih kata Irman juga seperti doa.

"Ya Allah bahwa kemerdekaan ini bukan hanya keinginan luhur kami Ya Allah tapi atas berkat Rahmat-Mu. kemudian daripada itu Ya Allah kami akan membentuk negara Republik Indonesia yang akan memajukan kesejahteraan kami Ya Allah. Tapi negara tidak boleh riya, tidak boleh angkuh ya Allah, dia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa lahirlah ayat Pancasila dalam UUD," terangnya.

Konstitusi inilah munajat bangsa Indonesia. Namun tak berhenti disitu saja, kata Irman, munajat bangsa Indonesia berikutnya meski nanti memiliki negara akan memilih presiden yang tidak boleh angkuh juga sombong. Presiden terpilih harus bersumpah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

"Demi Allah saya bersumpah kalau dia muslim, akan menjalankan konstitusi dan UUD selurus-lurusnya. Kalau dia tidak bersumpah, dia 100 persen tidak akan menduduki jabatan presiden. Itu doa, belum lagi sampai di situ, Ya Allah kalau kami ciptakan negara ini Ya Allah, dia harus mendidik anak-anak kami tidak menjadi menjadi pintar, tapi menjadi insan-insan bertaqwa dan berakhlak mulia, di UUD begitu ditulis," ulas Irman.

"Masuklah doa Neno. Doa Neno itu ada semua rumahnya di UUD 1945," kata Irman lagi.

Irman lantas mengutip satu bait puisi Neno yang viral itu: Puisi munajat kuhantarkan padamu wahai berjuta-juta hati yang ada di sini. Engkau semua bersaudara dan kita bersaudara tersambung, terekat, tergabung bagai kalung lentera di semesta."

"Ini kan persatuan Indonesia dia bicara," jelas putra asal Sulawesi Selatan tersebut. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya