Berita

Anak-anak sekolah di Jalur Gaza, Palestina/Humas ACT

Dunia

Krisis Finansial Batasi Akses Pendidikan Di Palestina

RABU, 27 FEBRUARI 2019 | 10:58 WIB | LAPORAN:

Pendidikan sebagai salah satu hal mendasar bagi warga negara menjadi sesuatu yang langka di negara-negara yang terdampak konflik.

Di Palestina, misalnya, pendidikan menjadi hal yang terlalu mahal untuk banyak warganya.

Keterbatasan finansial baik yang dialami oleh lembaga pendidikan maupun pelajar dan mahasiswa menjadi penghambat utama berjalannya proses belajar mengajar di tanah Palestina yang terjajah.


Direktur Hubungan Internasional Kementerian Pendidikan Palestina, Ahmad Al-Najjar menjelaskan, pendidikan memiliki arti yang penting dalam perjuangan mereka memperoleh kemerdekaan.

"Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, warga Palestina menganggap pendidikan sebagai salah satu sarana dan senjata paling penting dalam perjuangan kami memperoleh kemerdekaan, serta untuk merebut kembali kejayaan dan harga diri kami yang dirampas. Baru-baru ini, sektor pendidikan menjadi sektor yang paling terdampak akibat kejahatan yang dilakukan oleh para Zionis, para penjajah Israel,” terang Ahmad dikutip dari siaran pers Aksi Cepat Tanggap (ACT). Jumat (22/2) pekan lalu, Ahmad An-Najjar berkunjung ke kantor ACT.

Ahmad An-Najjar menambahkan, Israel berusaha mengontrol aspek pendidikan di wilayah Palestina, termasuk dengan turut mempengaruhi pemotongan dana pendidikan.

"Israel turut mempengaruhi berkurangnya jumlah bantuan yang diberikan PBB untuk sekolah-sekolah di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Anggaran yang diperlukan untuk operasional sekolah-sekolah di Palestina telah dipotong terlalu banyak. Sangat sulit untuk bahkan sekadar membayar gaji guru atau memenuhi kebutuhan dasar sekolah tersebut," jelas Ahmad.

Pada Januari 2019, UN News mengabarkan bahwa sekolah yang dikelola organisasi PBB untuk para pengungsi Palestina (UNRWA) tengah mengalami kesulitan akibat pemotongan dana. Meskipun sekolah-sekolah tersebut masih dapat kembali beroperasi setelah liburan musim panas pada September 2018, banyak dari para murid yang khawatir situasinya akan memburuk pada tahun 2019.

"Pada liburan musim panas, kami biasanya merasa senang, tapi kali ini kami takut dan bertanya-tanya apakah UNRWA akan menutup sekolah kami, dan apakah kami masih akan dapat pergi ke sekolah,” kata Raghd, siswa kelas 6, sekolah puteri Ar-Rimal di Jalur Gaza.

Tidak hanya pendidikan dasar, keterbatasan finansial juga mengahalangi akses warga Palestina untuk memperoleh pendidikan setingkat universitas.

Ahmad Al-Najjar menjelaskan, ada beberapa universitas di Jalur Gaza seperti Universitas Islam Gaza dan Universitas Al-Aqsa. Meski begitu, warga Palestina di sana tidak mampu secara finansial melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

"Jadi, sulit untuk mereka melanjutkan ke universitas. Banyak mahasiswa yang saya kenal mengalami putus kuliah akibat keterbatasan dana. Ada pula beberapa lulusan perguruan tinggi yang tidak mampu menebus ijazah mereka akibat adanya tanggungan biaya yang masih harus dibayarkan," papar Ahmad An-Najjar. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya