Berita

Siti Hardijanti Rukmana/Dok

Politik

Disambangi Mbak Tutut, Prabowo Singgung Tausiyah Ustaz Haikal Hingga HGU

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 11:14 WIB | LAPORAN:

Siti Hardijanti Rukmana atau populer disapa Mbak Tutut berkunjung ke kediaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di lereng bukit Hambalang, Bojong Koneng, Sentul, Bogor, Rabu (20/2).

Kedatangan putri sulung presiden ke-2 RI Soeharto itu membuat kaget Prabowo.

Pasalnya, adik Mbak Tutut, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto hanya memberitahu bahwa organisasi masyarakat Rabu Biru Indonesia (RBI) akan datang memberikan dukungan dan siap mendengarkan arahan dari mantan Danjen Kopassus itu.


"Terus terang saya terkejut karena ini didadak. Kalau dikasih tahu sebelum-sebelumnya, pasti akan saya persiapkan lebih dari ini," kata Prabowo disambut tawa dan riuh ratusan relawan RBI.

"Saya bingung di sini lengkap sekali. Ada Mbak Tutut, Mbak Mamiek. Jangan-jangan saya mau disidak ini. Mbak Titiek kasih tahu pokoknya tanggal 20 akan datang. Jadi, masih suka perintah-perintah gitu he he he,” imbuhnya berseloroh.

Prabowo mengibaratkan jika emak-emak sudah ikut turun ke dalam gerakan-gerakan politik, maka kondisi negara sedang dalam keadaan tidak nyaman, darurat dan butuh penanganan khusus agar tidak lebih parah.

"Ini artinya emak-emak sudah melakukan revolusioner," cetus ketua umum Partai Gerindra itu mengawali sambutan.

Prabowo menuturkan, dalam filosofi Jawa, seseorang harus berbuat banyak untuk rakyat dan masyarakatnya. Karena itu, sejak di masa terakhir aktif di kedinasan TNI, ia bertekad untuk menjadi guru dan melahirkan ksatria-ksatria yang dapat berkontribusi banyak untuk kebaikan dan pembangunan Indonesia.

"Di sinilah kami mendidik ksatria-ksatria muda. Ke depan kami akan bangun di tempat ini Universitas Kebangsaan Indonesia," terang Prabowo seraya menunjuk ke arah lereng bukit Hambalang itu.

Tapi, lanjut Prabowo, dalam filosofi lainnya juga diajarkan jika kondisi negara sedang genting, maka pendekar-pendekar tua harus turun untuk menyelamatkan kondisi bangsa Indonesia.

"Karena itu, saya terjun ke politik agar bangsa kita sejahtera, kekayaan kita tidak mengalir ke luar dan negara kita dalam keadaan tentram. Adil untuk semua dan makmur untuk semua," sambungnya.

Mantan Pangkostrad itu teringat tausiyah yang disampaikan Ustaz Haikal Hasaan tentang ayat terakhir dalam Alquran, Surat Al Quraisy berbunyi 'allazi aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf,' : yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

"Takut di sini berarti tidak bahagia. Cemas. Tidak mendapatkan keadilan hukum. Dan kelaparan di sini berarti bangsa kita jauh dari kesejahteraan, jauh dari kemakmuran. Karena itu, kita ingin Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Itulah esensi berbangsa dan bernegara kita," kata Prabowo.

Prabowo sedikit mengulas tanah Hak Guna Usaha (HGU) yang disinggung oleh petahana Jokowi dalam debat kedua, Minggu malam (17/2) lalu.

"Di tanah dekat tempat saya ada pelabuhan, ada bandara, ada lapangan terbang, pesawat jet dapat mendarat di sana. Banyak sumber air bersih di tempat tersebut. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengatakan, dunia akan krisis air pada tahun 2025. Karenanya, saya tidak rela jika tanah itu saya serahkan ke asing. Lebih baik saya yang mengelolanya," tegas Prabowo.

Ia menambahkan bahwa kondisi suatu negara ibarat suatu badan. Jika ada salah satu yang mengalami sakit, maka bagian lainnya akan merasakan sakit. Begitulah dengan kondisi suatu bangsa. Jika ada yang tidak baik dan kekayaan terus bocor, maka butuh upaya strategis untuk mengoreksi dan mengevaluasi.

“Jika Prabowo-Sandi diberikan amanah oleh rakyat Indonesia, kami akan menggunakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kita harus mengamankan seluruh kekayan negara. Jangan lagi ada kekayaan yang mengalir ke luar agar bangsa kita tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat," pungkasnya. [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya