Nasaruddin Umar/Net
Nasaruddin Umar/Net
SALAH satu concern Al-Quran ialah mentransformasikan masyarakat berpola hidup kesukuan (qabiliyyah) kepaÂda masyarakat cosmopoliÂtan (ummah). Masyarakat yang berorientasi primordial ke masyarakat yang berorientasi ke ummah. Kata ummah berasal dari bahasa Hebrew/Ibrani, alef-mem yang arti dasarnya cinta kasih (saint lover), kemudian menyeberang menjadi bahasa Arab umum yang arti dasarnya ibu. Umm diartikan ibu karena ibu memiliki cinta kasih yang paling dalam. Dari akar kata alif-mim membentuk kata amam (keterdepanan, keunggulan), imam (imam shalat, pemimpin), ma'mum (pengikut imam, rakyat), imamah (konsep yang mengatur antara imam dan makmum serta pemimpin dan rakyat). Keseluruhan makna dasar ini menghimpun suatu komuniÂtas khusus yang bernama ummah.
Kata ummah sebagai nama sebuah koÂmunitas masyarakat pertama kali dipopulerÂkan oleh Nabi Muhammad Saw di kawasan jazirah Arab. Secara semantik kata ummah terabadikan dalam sejarah sebagai sebuah komunitas masyarakat yang dihimpun oleh ikatan kasih sayang yang amat dalam dan luhur, memiliki visi kemanusiaan yang berÂorientasi masa depan, di bawah sosok pemimpin berwibawa dan disegani, dengan makmum dan rakyat yang santun tapi kriÂtis, dan dengan sistem yang kepemimpinan yang ideal. Bangunan masyarakat yang seperti itulah disebut dengan ummah.
Jika kurang salah satu di antara lima komÂponen tersebut, maka tidak bisa disebut umÂmah. Jika suatu komunitas mengacu kepada sebuah asas yang lebih subyektif disebut daÂlam Al-Qur'an dengan golongan (hizb/Q.S. al-Mu'minun/23:52). Jika komunitas tersebut mengacu kepada ikatan primordial kebangÂsaan disebut sya'b (Q.S. al-Hujurat/49:13). Jika komunitas itu mengacu kepada suku disebut qabilah (Q.S. al-Hujurat/49:13), atau komunitas tanpa idealisme dan ideology disebut qaum (Q.S. al-Nisa’/4:89). Jenis-jenis komunitas tersebut di atas diakui keÂberadaannya di dalam Al-Qur'an, seperti yang bisa kita lihat di dalam ayat sebagai berikut: Q.S. al-Hujurat/:4913: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling menÂgenal. Sesungguhnya orang yang paling muÂlia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (Q.S. al-Hujurat/49:13)
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
Senin, 29 Desember 2025 | 13:09
UPDATE
Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04
Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49
Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30
Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01
Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07