Berita

Muhammad Farhan/Net

Nusantara

Disparitas Pendidikan Harus Segera Dientaskan

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 02:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membuat Indonesia maju dan bisa bersaing dengan negara lain. Pendidikan juga diyakini mampu meminimalisir praktik korupsi.

Namun demikian, pendidikan di Indonesia masih mengalami satu masalah yaitu disparitas antara di desa dan kota.

Atas alasan itu, Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pendidikan Nining Indra Saleh memastikan partainya akan fokus pada perbaikan pendidikan dalam mengentaskan disparitas yaitu kualitas pengajar, infrastruktur pendidikan ,dan fasilitas penunjang sekolah serta beasiswa.


"Guru-guru harus dipersiapkan bagaimana mengimplementasikan kurikulum yang sudah dirumuskan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/2).

Sementara, perbaikan infrastruktur pendidikan dan fasilitas penunjang sekolah seperti perpustakaan, laboratorium dan lainnya juga harus diberi perhatian lebih.

"Kalau fasilitas sekolah bagus, tidak perlu lagi ada murid untuk mendapatkan pendidikan berkualitas harus hijrah ke kota," kata Nining.

Program beasiswa juga harus mendapat perhatian. Khususnya beasiswa bagi mereka yang tidak mampu secara finansial. Saat ini ada Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah baik. Tapi tetap perlu ada pengembangan dan peningkatan yang signifikan.

"Program ini sangat membantu untuk membayar SPP, membayar baju, buku," ujar Nining.

Senada dengan itu, presenter kondang Muhammad Farhan juga menilai ketimpangan kualitas pendidikan di kota dan desa menjadi masalah serius. Menurutnya, jumlah lulusan guru pendidikan memang banyak tapi hanya tersebar di kota-kota besar.

"Di Kota Bandung surplus guru honorer. Tapi ada beberapa di daerah lain seperti Lebak, Pandeglang jumlah guru sangat minim, kan aneh," kata caleg Nasdem dapil Jawa Barat I itu.

Farhan menilai perlu ada insentif bagi para pengajar agar mau mengajar di daerah, sehingga sebaran guru menjadi merata.

Dia berjanji, jika nanti terpilih sebagai anggota dewan akan terus menyosialisasikan wajib belajar sembilan tahun. Farhan akan mengkombinasikan sosialisasi itu dengan penambahan biaya operasional sekolah (BOS) untuk tenaga pengajar.

"Sementara Kartu Indonesia Pintar harus menjadi bisa jadi senjata ampuh untuk melakukan pemetaan akses dan fasilitas pendidikan dasar dari kelas satu SD sampai lulus SMP," demikian Farhan. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya