Berita

Prabowo dan Jokowi/Net

Hersu Corner

Prabowo Bikin Timses Dan Pendukungnya Frustrasi

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 | 21:16 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

DUA kali pelaksanaan debat semakin membuka mata publik, siapa sesungguhnya Prabowo Subianto. Dia belum sepenuhnya bermetamorfosa menjadi “politisi sesungguhnya.” Sikapnya membuat timses dan para pendukung frustrasi.

Presiden AS ke-26 Theodore Roosevelt Jr pernah mengingatkan. “Politisi paling sukses adalah mereka yang mengatakan apa yang paling sering dipikirkan orang dengan suara paling keras.

Doktrin ini tidak berlaku bagi Prabowo. Dia punya prinsip yang berbeda. Sikapnya sering bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh banyak orang.


Banyak anggota timses dan pendukungnya kecewa ketika Prabowo menolak menyerang balik Jokowi dalam dua kali debat. Padahal Jokowi dalam setiap debat selalu menyiapkan amunisi untuk menyerang sisi personal Prabowo. Jokowi bahkan tidak peduli datanya salah. Serang dulu, benar salah urusan belakang.

Pada debat pertama cawapres Sandiaga Uno mengaku sudah menyiapkan pertanyaan yang menohok untuk Jokowi. Yakni soal penanganan kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Hampir dua tahun berlalu, kasus itu belum juga terungkap.

Isu ini sangat ditakuti Jokowi. Janjinya untuk menuntaskan kasus tersebut tak kunjung terpenuhi. Hanya sepekan sebelum pelaksanaan debat pertama, tiba-tiba Mabes Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel.

Diduga keras pembentukan tim gabungan itu untuk menyelamatkan Jokowi. Topik debat pertama antara lain penegakan hukum.  “Terus terang sudah ada dalam note saya, tapi Pak Prabowo bilang jangan,” tutur Sandi.

Sebaliknya Jokowi menyerang Prabowo dengan pertanyaan soal adanya  mantan napi koruptor  (napikor) yang menjadi caleg Gerindra. Jokowi sendiri menentang keputusan KPU itu. Menurutnya menjadi caleg adalah hak semua warga negara. Sangat aneh ketika dia nekat menyampaikan pertanyaan itu ke Prabowo.

Ironisnya data Jokowi juga salah. Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra tidak pernah menandatangani pencalegan eks napikor. Sebab caleg napikor Gerindra berada di DPRD I dan II. Yang menandatangani pencalegan adalah ketua DPD masing-masing. Di partai pendukung Jokowi juga terdapat banyak  caleg eks napikor.

Dalam debat kedua Jokowi kembali menyerang Prabowo secara pribadi. Dia mempertanyakan kepemilikan tanah Prabowo yang sangat luas di Kaltim dan Aceh. Serangan Jokowi salah alamat, karena Prabowo tidak memiliki lahan tersebut. Dia hanya mendapat konsesi sebagai Hak Guna Usaha (HGU).

Serangan Jokowi ini sesungguhnya melanggar aturan KPU. Tidak boleh ada serangan yang bersifat pribadi. Timses Prabowo menyarankan agar dia menyerang balik. Namun Prabowo menolak.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengaku termasuk yang menyarankan agar Prabowo menyerang balik.

@saididu
saya adalah saksi hidup kesabaran pak @prabowo, karena saya tadi malam maju meminta tdk diam saat masalah pribadi diserang karena sudah 2 kali debat selalu ada serangan pribadi, tetapi beliau tetap tidak mau melakukan cara tidak Etis utk menyerang yg tdk sopan.

Kesaksian yang sama juga disampaikan oleh Koordinator Jubir Dahnil Anhar Simanjuntak. Di medsos banyak sekali pendukung Prabowo yang marah, dan  minta agar menyerang balik. Prabowo bergeming.

Prabowo malah beberapa kali memuji langkah dan kebijakan yang diambil Jokowi. Dia juga menolak untuk menanggapi pernyataan Jokowi ketika menurutnya gagasannya sama dengannya. Cawapres Sandiaga Uno mengaku terkejut karena Prabowo sampai 6 kali memuji Jokowi.

Dalam forum debat semacam itu tidak tempatnya memuji lawan. Para pendukungnya menghendaki Prabowo tampil menyerang. Apapun pernyataan lawan harus diserang. Tapi itulah Prabowo. Dia tidak mau menyerang, apalagi bila semangatnya asal beda.

Rumus Prabowo, seperti kata Sandiaga, apresiasi hal yang baik sudah dilakukan pemerintah, dan koreksi apa yang perlu dikoreksi.

Dengan latar belakangnya sebagai jenderal, Prabowo tampaknya sangat menjunjung tinggi sikap perwira. Dia tidak mau mempermalukan lawan politiknya. Sebagai orang Jawa dia sangat menjunjung tinggi prinsip “menang tanpo ngasorake.” Menang tanpa merendahkan lawan.

Prabowo juga hanya diam dan tidak bereaksi ketika pada debat pertama Jokowi mengaku tidak  mengeluarkan dana sama sekali ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI.

Prabowo sangat berjasa meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati untuk mengusung Jokowi. Ketika Megawati mengeluh tak punya dana, Prabowo menyanggupi. Hasyim Djojohadikusumo adik kandung Prabowo mengaku mengeluarkan dana puluhan miliar untuk membantu Jokowi.

Bagi para pendukungnya sikap Prabowo itu sangat mengherankan, bahkan menjengkelkan. Mereka  sering frustrasi dengan sikap Prabowo. Tapi itulah Prabowo. Figur yang sering disalahpahami banyak orang. Figur yang sering difitnah dan digambarkan sebagai manusia yang menakutkan.

Seorang yang sangat dekat dengan Prabowo buka rahasia mengapa dia sering terlihat memakai kacamata hitam. Selain untuk membantunya bisa tidur dalam perjalanan, kacamata hitam itu punya fungsi yang tak terduga. Menutupi air mata yang sering jatuh. Dia paling tak bisa menahan kesedihan ketika melihat orang lain menderita.

“Itulah the real Prabowo,” ujar Sandi. [***]

Penulis adalah pemerhati ruang publik. Artikel ini dikirim untuk Kantor Berita Politik RMOL

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya