Berita

Politik

Debat Putaran Kedua, Panggung Milik Siapa?

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 13:48 WIB | LAPORAN:

Apakah panggung debat kedua Pilpres 2019 yang akan berlangsung malam ini (Minggu, 17/2) jadi milik Jokowi atau panggung Prabowo?

Apakah akan berbeda dengan debat putaran pertama?

Voxpol Center Research and Consulting mencermati ada beberapa catatan terkait prediksi debat putaran kedua.


Pertama, debat kedua ini bisa jadi panggung Jokowi sebagai petahana. Ini terjadi apabila Jokowi sukses menjelaskan program dan capaian keberhasilannya secara sederhana dan mudah dicerna masyarakat awam sekalipun.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, tema debat mengenai energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta infrastruktur sangat strategis bagi petahana.

Banyak prestasi 4,5 tahun belakangan yang mungkin bisa dijadikan bahan petahana untuk mendominasi jalannya debat.

"Kalau boleh kita petakan bahwa energi dan sumber daya alam 'tulang punggung' pembangun infrastruktur, sementara proses pendistribusian pangan via infrastruktur dan rusaknya lingkungan seperti kotornya air sungai karena pengelolaan limbah industri yang kacau," ujar analisis politik ini.

Kedua, lanjut Pangi, mengingat kembali debat perdana sebelumnya, panggung diambil Jokowi dengan menyerang  kubu penantang. Petahana lebih banyak menyerang, sedangkan sang penantang memainkan peran bertahan meski sekali-kali melakukan serangan balik.

Dalam debat kedua, menurut dia, sang penantang justru punya kesempatan untuk menawarkan opsi lain untuk 'menambal kekurangan'. Semisal otokritik atau menawarkan kebijakan yang sama sekali baru, sembari memberikan kritik atas kebijakan yang dianggap gagal.

"Ini kesempatan emas bagi sang penantang. Menyerang dengan jurus “kritik representasi” apakah dengan kepemimpinan Jokowi selama ini, rakyat merasa terwakili, petani dan masyarakat wong cilik merasa dibela? apakah berpihak pada kepentingan mereka?" terang Pangi.

Pertanyaan berikutnya, apakah nanti debat kedua Jokowi bertahan namun sedikit ofensif?

Lazimnya habitus, menurut Pangi, petahana biasanya lebih banyak bertahan. Sementara sang penantang lebih banyak menyerang. Namun prediksi dia, Jokowi akan lebih banyak bertahan dengan memaparkan apa saja yang sudah dicapai selama 4,5 tahun terakhir.

Dalam forum debat kedua ini Jokowi akan membanggakan capaian dan prestasinya selama menjabat.

"Akan ada banyak contoh kasus yang akan disampaikan Jokowi dalam setiap tema debat terutama dalam bidang infrastruktur, data dan fakta mengenai prestasi ini akan menjadi pembuka debat," tengarainya.

"Misalnya, Jokowi sudah bangun ribuan kilometer jalan tol, ratusan jembatan, pelabuhan, irigasi, waduk dan banyak lagi," imbuh Pangi.

Namun ia mengingatkan, petahana juga akan mempersiapkan diri menghadapi kritik dari semua tema ini. Sebab tidak bisa dipungkiri terdapat banyak titik lemah yang bisa dimanfaatkan kubu penantang untuk mendeligitimasi prestasi pemerintah.

Sehingga, petahana juga diprediksinya akan sedikit ofensif untuk menghindari tekanan berlebihan yang membuatnya kehilangan momentum dalam debat kali ini.

Dalam artian petahana akan memanfaatkan serangan balik untuk mematahkan kritik dari sang penantang dengan tetap fokus pada kinerja dan capaiannya selama ini.

Menurut dia, Jokowi harus mampu membuktikan janjinya secara terukur dengan indikator yang pas.

"Jokowi terukur, tidak lagi penasaran, bisa dinilai dari kerja beliau selama lima tahun," ujarnya.

Sementara petahana dengan narasi “kami sudah” pada saat yang sama sang penantang menagih janji dan petahana menjawab dengan bukti kerja.

Oleh karena itu, Pangi berpendapat tak lazim dalam panggung debat, Prabowo sebagai penantang tampil bertahan.

"Harusnya lebih ofensif, menyerang. Debat kedua kali ini adalah kesempatan bagi kubu penantang untuk menguliti, menelanjangi kelemahan petahana," tegasnya.

Ia yakin jika tim Prabowo-Sandi melakukan analisis mendalam terkait kebijakan pemerintah maka akan banyak ditemukan titik lemah terutama dalam tema debat kedua yang diangkat kali ini.

Tim ahli dari BPN Prabowo-Sandi harus memastikan Prabowo mendapat input data yang benar sehingga tak blunder. Masukan juga harus lebih komprehensif sehingga dalam debat kedua ini Prabowo bisa bermain ofensif, tajam dan mengena didukung dengan basis data primer yang kuat.

Prabowo harus bisa mempresentasikan apa yang akan dia tambal dari kebijakan yang bolong-bolong atau maju mundur.

"Dengan kata lain, semestinya Prabowo tak hanya akan memaparkan masalah dan kritik, tapi juga solusi yang yang lebih terukur, terstruktur, detail dan commen sense bagi akal sehat publik," terangnya.
Namun kembali Pangi menekankan, inilah waktu yang tepat bagi Jokowi sebagai incumbent punya keunggulan karena sudah bekerja.

"Namun kembali lagi ini semua adalah pilihan, mau dimanfaatkan atau tidak. Yang ditunggu tunggu rakyat apakah debat kedua akan ada kejutan? Apakah Prabowo akan merubah gaya debatnya? Kita tunggu saja," ujarnya, mengakhiri.[wid]
    

 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya