Apakah panggung debat kedua Pilpres 2019 yang akan berlangsung malam ini (Minggu, 17/2) jadi milik Jokowi atau panggung Prabowo?
Apakah akan berbeda dengan debat putaran pertama?
Voxpol Center Research and Consulting mencermati ada beberapa catatan terkait prediksi debat putaran kedua.
Pertama, debat kedua ini bisa jadi panggung Jokowi sebagai petahana. Ini terjadi apabila Jokowi sukses menjelaskan program dan capaian keberhasilannya secara sederhana dan mudah dicerna masyarakat awam sekalipun.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, tema debat mengenai energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta infrastruktur sangat strategis bagi petahana.
Banyak prestasi 4,5 tahun belakangan yang mungkin bisa dijadikan bahan petahana untuk mendominasi jalannya debat.
"Kalau boleh kita petakan bahwa energi dan sumber daya alam 'tulang punggung' pembangun infrastruktur, sementara proses pendistribusian pangan via infrastruktur dan rusaknya lingkungan seperti kotornya air sungai karena pengelolaan limbah industri yang kacau," ujar analisis politik ini.
Kedua, lanjut Pangi, mengingat kembali debat perdana sebelumnya, panggung diambil Jokowi dengan menyerang kubu penantang. Petahana lebih banyak menyerang, sedangkan sang penantang memainkan peran bertahan meski sekali-kali melakukan serangan balik.
Dalam debat kedua, menurut dia, sang penantang justru punya kesempatan untuk menawarkan opsi lain untuk 'menambal kekurangan'. Semisal otokritik atau menawarkan kebijakan yang sama sekali baru, sembari memberikan kritik atas kebijakan yang dianggap gagal.
"Ini kesempatan emas bagi sang penantang. Menyerang dengan jurus “kritik representasi†apakah dengan kepemimpinan Jokowi selama ini, rakyat merasa terwakili, petani dan masyarakat wong cilik merasa dibela? apakah berpihak pada kepentingan mereka?" terang Pangi.
Pertanyaan berikutnya, apakah nanti debat kedua Jokowi bertahan namun sedikit ofensif?
Lazimnya habitus, menurut Pangi, petahana biasanya lebih banyak bertahan. Sementara sang penantang lebih banyak menyerang. Namun prediksi dia, Jokowi akan lebih banyak bertahan dengan memaparkan apa saja yang sudah dicapai selama 4,5 tahun terakhir.
Dalam forum debat kedua ini Jokowi akan membanggakan capaian dan prestasinya selama menjabat.
"Akan ada banyak contoh kasus yang akan disampaikan Jokowi dalam setiap tema debat terutama dalam bidang infrastruktur, data dan fakta mengenai prestasi ini akan menjadi pembuka debat," tengarainya.
"Misalnya, Jokowi sudah bangun ribuan kilometer jalan tol, ratusan jembatan, pelabuhan, irigasi, waduk dan banyak lagi," imbuh Pangi.
Namun ia mengingatkan, petahana juga akan mempersiapkan diri menghadapi kritik dari semua tema ini. Sebab tidak bisa dipungkiri terdapat banyak titik lemah yang bisa dimanfaatkan kubu penantang untuk mendeligitimasi prestasi pemerintah.
Sehingga, petahana juga diprediksinya akan sedikit ofensif untuk menghindari tekanan berlebihan yang membuatnya kehilangan momentum dalam debat kali ini.
Dalam artian petahana akan memanfaatkan serangan balik untuk mematahkan kritik dari sang penantang dengan tetap fokus pada kinerja dan capaiannya selama ini.
Menurut dia, Jokowi harus mampu membuktikan janjinya secara terukur dengan indikator yang pas.
"Jokowi terukur, tidak lagi penasaran, bisa dinilai dari kerja beliau selama lima tahun," ujarnya.
Sementara petahana dengan narasi “kami sudah†pada saat yang sama sang penantang menagih janji dan petahana menjawab dengan bukti kerja.
Oleh karena itu, Pangi berpendapat tak lazim dalam panggung debat, Prabowo sebagai penantang tampil bertahan.
"Harusnya lebih ofensif, menyerang. Debat kedua kali ini adalah kesempatan bagi kubu penantang untuk menguliti, menelanjangi kelemahan petahana," tegasnya.
Ia yakin jika tim Prabowo-Sandi melakukan analisis mendalam terkait kebijakan pemerintah maka akan banyak ditemukan titik lemah terutama dalam tema debat kedua yang diangkat kali ini.
Tim ahli dari BPN Prabowo-Sandi harus memastikan Prabowo mendapat input data yang benar sehingga tak blunder. Masukan juga harus lebih komprehensif sehingga dalam debat kedua ini Prabowo bisa bermain ofensif, tajam dan mengena didukung dengan basis data primer yang kuat.
Prabowo harus bisa mempresentasikan apa yang akan dia tambal dari kebijakan yang bolong-bolong atau maju mundur.
"Dengan kata lain, semestinya Prabowo tak hanya akan memaparkan masalah dan kritik, tapi juga solusi yang yang lebih terukur, terstruktur, detail dan commen sense bagi akal sehat publik," terangnya.
Namun kembali Pangi menekankan, inilah waktu yang tepat bagi Jokowi sebagai
incumbent punya keunggulan karena sudah bekerja.
"Namun kembali lagi ini semua adalah pilihan, mau dimanfaatkan atau tidak. Yang ditunggu tunggu rakyat apakah debat kedua akan ada kejutan? Apakah Prabowo akan merubah gaya debatnya? Kita tunggu saja," ujarnya, mengakhiri.
[wid]