Berita

Adhie Massardi/RMOL

Politik

Interogasi Zaky Di Istana, Preseden Buruk Demokrasi

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

CEO Bukalapak Achmad Zaky pagi tadi dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Teten Masduki dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pemanggilan itu terkesan sebagai perlakuan introgasi oleh presiden karena sebelumnya Zaky mengkritik pemerintah terkait anggaran Research and Development (RnD).

“Nah ini tidak boleh karena istana bukan forum yang mengadili pendapat masyarakat. Jadi ini presiden harus menjelaskan kepada publik apa yg terjadi dalam pertemuan itu,” ujar Ketua Perkumpulan Swing Voters Indonesia Adhie M Massardi saat ditemui di rumah Rizal Ramli di daerah Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2).


Adhie melihat ada yang janggal. Jika pertemuan itu hanya pertemuan biasa dan diskusi mengapa Bos Bukalapak itu langsung menyampaikan permintaan maaf. Seakan-seakan menyanpaikan pendapat itu menjadi sesuatu yang salah di negeri ini.

“Ini menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan kehidupan ketatanegaraan kita,” tegasnya.

Menurut aktivis senior ini, jika pendapatnya Zaky salah bisa diluruskan oleh pemerintah. Sebaliknya, bukan malah meminta Zaky untuk minta maaf.

“Kalau dianggap ini hoax, pemerintah bisa melakukan hal yang sebagaimana biasa dilakukan oleh polisi sebagai kejahatan ITE. Nah ini ketika dipanggil ke istana, saya melihat ini tidak mungkin atas inisiatif yang bersangkutan (Zaky) sendiri,” pungkasnya. [hta]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya