Berita

Ilustrasi

Politik

Koreksi Dana Infrastruktur Di APBN Signifikan

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 18:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Total anggaran infrastruktur mengalami kenaikan. Namun pada APBN 2015 terjadi koreksi dari Rp 118 triliun menjadi Rp 108 triliun dikarenakan anggaran yang tidak cukup.

Hal itu diungkapkan pemerhati infrastruktur dan kebijakan publik, Suhendra Ratu Prawira Negara, dalam acara Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto bertajuk “Menuju Swasembada Pangan, Air, dan Energi,” di Hotel Paragon Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2).

“Menjadi catatan yang kami ketahui bahwa pada 2015 itu terjadi koreksi atas anggaran infrastruktur di  APBN. Untuk dana  infrastruktur di Kementerian PUPR dari sekitar Rp 118 triliun berkurang menjadi Rp 110 triliun. Artinya terjadi koreksi sekitar Rp 8 triliun,” ujar Suhendra.


Mantan Staf Khusus Kementerian PUPR itu juga mengungkapkan, angka korupsi pada sektor infrastruktur sejak tahun 2014 hingga tahun 2019 diduga mengalami kenaikan yang signifikan.

“Terlihat jelas pada korupsi APBN yang cukup signifikan selama 2014-2019 terjadi kenaikan sebesar 167 persen,” tegas Suhendra.

Atas dasar itu, lanjut Suhendra, dirinya semakin meyakini bahwa komitmen pemerintah era Presiden Joko Widodo tidak berbanding lurus dengan komitmennya untuk memberantas korupsi.

“Komitmen pemerintah yang rendah dalam bidang infrastruktur terlihat jelas pada korupsi APBN yang cukup signifikan,” tandasnya

Mengutip temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) pada tahun 2017, Suhendra mengatakan, ada 240 kasus korupsi sektor infrastruktur.

“Contohnya adalah kasus korupsi Damayanti pada tahun 2016 yang berpotensi menyebabkan kerugian ngara hampir mencapai Rp 4 triliun. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya