Berita

Achmad Zaky/Net

Politik

Kritik Anggaran Riset, CEO Bukalapak Diserang Tagar #uninstallbukalapak

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 01:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Warganet ramai-ramai memboikot situs jual beli daring, Bukalapak. Tanda pagar (tagar) #uninstallbukalapak bahkan menjadi trending topic di jejaring sosial, Twitter.

Usut punya usut, ternyata boikot itu bermula dari kritik yang disampaikan CEO Bukalapak, Achmad Zaky yang mengkritisi anggaran penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D) pemerintah dalam menghadapi Industri 4.0 yang terlalu kecil.

"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini. (2016, in USD) 1. US 511 B (bilion), 2. China 451 B, Jepang 165 B, 3. Jerman 118 B, 5. Korea 91 B, 11. Taiwan 33 B, Australia 23 B, 24. Malaysia 10 B, 25. Spore 10 B, 43. Indonesia 2 B. Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulisnya di akun @acmadzaky.


Sejumlah warganet yang mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 langsung menyerang kritik Ahmad Zaky tersebut. Alasannya, karena Zaky dinilai tidak menghargai jasa Jokowi yang ikut mempromosikan Bukalapak  Mereka menyerukan boikot dan meramaikan tagar #uninstallbukalapak.

"Oke beres #uninstallbukalapak,” tulis akun @ambarblackbeard.

Achmad Zaky bahkan telah meminta maaf kepada para pendukung Jokowi atas kicauannya itu. Menurutnya, ada kesalahan persepsi tentang kicauannya itu di mata pendukung calon presiden 01 tersebut.

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya. Jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa R&D merupakan pembeda negara maju dan miskin. Jika R&D tidak kuat maka Indonesia akan berkutat pada perang harga terus. Sementara negara maju mulai memikirkan perang inovasi.

"Tujuan dari twit saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 tahun sampai 50 tahun kedepan, kita perlu investasi riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara lain," jelasnya.

Namun demikian, para pendukung Jokowi tidak menggubris. Mayoritas mereka tetap meluapkan kekecewaan kepada Zaky.

“Terus terang ya sblm rame #uninstallbukalapak saya sih udh hapus aplikasi itu di hpku setelah baca twitnya si EO yg skrg dihapusnya. Buatku org ini hanya manfaatin doang. Terserah dia sih mau pilih siapa bebas aja tp apa ngga mikir dulu gitu soal dampak ke perusahaannya," tulis akun @nongandah. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya