Berita

Agus Rahardjo/Net

Hukum

KPK Bakal Undang Taspen Dan Asabri Bahas Amanat UU SJSN

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 03:25 WIB | LAPORAN: WISNU YUSEP

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memiliki komitmen kuat dalam memberantas korupsi di instansinya.

Atas alasan tu, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Rabu (13/2).

Dengan MoU ini, kedua institusi tersebut akan bersama-sama mengawal implementasi jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan dan juga implementasi jaminan sosial secara nasional di Indonesia. Termasuk, berkoordinasi sesuai dengan kewenangan dan kapasitasnya yang diatur sesuai dengan ketentuan perundangan.


"Sebagaimana kita ketahui tadi disampaikan oleh Bapak Ketua KPK bahwa ada UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Nah, ini bagaimana harmonisasi regulasinya, bagaimana persiapannya, bagaimana implementasinya," katanya di Gedung KPK, Rabu (13/2).

Kerja sama ini, lanjutnya, juga untuk melaksanakan kajian sistem jaminan sosial di Indonesia. Tujuannya, agar kesejahteraan bisa dicapai.

"Kami siap dengan KPK untuk melakukan kajian terkait implementasi jaminan sosial di Indonesia untuk memberi perlindungan dalam mendukung kesejahteraan," katanya.

UU SJSN telah mengamanatkan agar PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) mengalihkan program kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2029.

Oleh karena itu, KPK merasa perlu ada 'roadmap' regulasi untuk menuju ke arah 2029, dan BPJS juga siap dengan KPK untuk melakukan kajian terkait dengan implementasi jaminan sosial di Indonesia.

Ketua KPK Agus Rahardjo bahkan akan mengundang PT Taspen dan ASABRI untuk membahas pengalihan program tersebut dengan BPJS ketenagakerjaan.

"Itu termasuk kajian kami, jadi kalau sudah diperintahkan oleh UU pada 2029 harus bergabung. mestinya kita sudah mempersiapkan diri ya, jadi 'roadmap'-nya nanti perpindahannya seperti apa, nanti kita akan mengundang banyak pihak, BPJS Ketenagakerjaan kemudian juga mengundang Taspen dan ASABRI," ujar Agus.

KPK pun, kata dia, telah menerima laporan dari banyak pihak terutama soal dana pensiun. Misalkan di Jawa Timur, pegawainya terima pensiun yang sangat rendah sekali.

"Itu menjadi fokus kami nanti dalam kajian supaya kita bisa bisa merekomendasikan kepada pemerintah jalan yang paling baik untuk menata sistem 'social security' di negara kita," katanya pula.

Roadmap ini sesuai dengan usulan Komisi IX DPR. Mereka ingin pemerintah segera menyusun roadmap khusus yang mengatur pengelolaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pekerja non ASN.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf menjelakan bahwa roadmap ini akan mengakhiri dualisme pengelolaan program jaminan sosial ketenagakerjaan ASN, PPPK dan pekerja non ASN yang saat ini masih terpecah antara Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjan dan PT Taspen (Persero).

“Karena pemerintah belum melebur badan-badan yang lain, sehingga semua masih berebut kepesertaan,” tegasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya