Berita

ELN/Net

Dunia

Saluran Pipa Perusahaan Minyak Kolombia Dibom Dua Kali

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 17:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan minyak milik pemerintah Kolombia, Ecopetrol melaporkan adanya dua serangan bom di saluran pipa berbeda pada Selasa (12/2) waktu setempat.
 
Serangan bom pertama menyebabkan kebakaran pada pipa Orso Mansoya, sedangkan bom yang kedua merusak pipa Cano Limon. Kedua serangan itu menumpahkan minyak mentah ke jurang di dekatnya.
 
Mansoya Orito, di Putumayo selatan, dekat dengan perbatasan dengan Ekuador, memiliki panjang pipa 73,4 km. Pipa ini memiliki kapasitas untuk mengangkut sekitar 24.000 barel minyak mentah setiap hari dari ladang di Putumayo.
 

 
Sementara itu pipa Cano Limon terletak di kotamadya Teorama di provinsi Norte de Santander, dekat perbatasan dengan Venezuela.
 
Dikabarkan Reuters, serangan bom itu menyebabkan tumpahan minyak mentah ke jurang. Pihak Ecopetrol, menyerukan warga untuk tidak mendekati daerah itu atau minum air dari jurang.
 
Pihak perusahaan juga mengatakan bahwa bentrokan yang terjadi di daerah itu mencegah masuknya staf teknis dan peralatan.
 
Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal bentrokan apa yang dimaksud.
 
Pihak perusahaan juga tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu. Namun pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) aktif di kedua wilayah itu dan seringkali membom infrastruktur minyak.
 
ELN sendiri diketahui memiliki sekitar 2.000 pejuang dan menentang perusahaan multinasional. Mereka menilai bahwa perusahaan multinasional merebut sumber daya alam tanpa memberi manfaat kepada rakyat Kolombia.[mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya