Berita

Mobil mewah yang dibeli jelang KTT APEC/Net

Dunia

Papua Nugini Mau Kembalikan 284 Mobil Mewah Pasca KTT APEC

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 09:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Papua Nugini saat ini sedang berusaha mengembalikan hampir 300 mobil impor yang dibeli untuk digunakan menyambut tamu negara pada pagelar KTT APEC November tahun lalu.
 
Pembelian armada tersebut, termasuk sedan Maserati Quattroporte mewah, memicu protes publik di negara yang dilanda kemiskinan tersebut.
 
Pemerintah Papua Nugini berusaha untuk menempatkan dirinya pada peta dunia dan memikat investasi melalui KTT APEC tersebut. Negara itu mendapatkan dana bantuan dari China dan Australia untuk mempersiapkan acara.
 

 
Tiga bulan pasca KTT tersebut, Papua Nugini berupaya untuk mengembalikan ratusan mobil mewah tersebut.
 
"Ada 284 kendaraan yang dikeluarkan untuk digunakan personel selama APEC yang belum dikembalikan," kata Inspektur Dennis Corcoran, yang mengepalai Unit Pemulihan Aset Negara, seperti dimuat Reuters.
 
Dia menambahkan bahwa kendaraan-kendaraan itu termasuk Landcruiser, Ford, Mazda,dan Pajero.
 
Sementara itu, 40 mobil Maseratis dan tiga Bentley dikatakan dalam kondisi prima dan terkunci di dermaga tua.
 
Namun dia menambahkan, saat ini juga diketahui ada sembilan mobil dicuri, ada juga sejumlah mobil yang suku cadangnya hilang atau rusak parah. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya