Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Stop Swastanisasi Air, Keputusan Anies Tepat Dan Berani

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 18:22 WIB | LAPORAN:

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil alih pengolahan dan pelayanan air bersih dari pihak swasta disebut sebagai langkah tepat dan berani.

Anggota DPD RI Fahira Idris menganggap langkah tersebut sebagai bentuk nyata janji Anies saat kampanye Pilgub 2017.

Dia menjelaskan, keputusan Anies menjadi kabar bahagia bagi warga Jakarta di tengah hiruk pikuk menjelang Pemilu 2019. Setelah dua dekade, negara, dalam hal ini Pemprov DKI mengambil keputusan tepat dan berani untuk mengembalikan kedaulatan warganya atas air bersih. Serta menjalankan amanat konstitusi memenuhi kebutuhan warga atas air bersih.


"Tepat karena keputusan ini sudah melalui proses kajian yang mendalam dan proses pengambilalihannya lewat tindakan perdata melalui mekanisme pertemuan dengan Palyja maupun Aetra. Berani karena dilakukan saat ini atau tidak menunggu kontrak selesai pada 2023. Kedua, karena keputusan ini diambil saat permohonan PK Menkeu dikabulkan oleh Mahkamah Agung yang artinya air bersih di Jakarta masih milik swasta. Keputusan stop swastanisasi air ini menegaskan Gubernur Anies lebih memilih berdiri bersama warga," papar Fahira kepada wartawan, Selasa (12/2).

Dia mengatakan bahwa selama air menjadi barang mahal dan eksklusif yang berdampak tidak hanya menggerus produktivitas tetapi juga mengganggu perekonomian warga karena harus menyisihkan pendapatan dalam jumlah signifikan untuk mendapatkan air bersih. Itulah kenapa, lebih dari satu dekade lalu, kota-kota maju di dunia sudah mendepak swastanisasi air, dan lebih memilih mengelola air bersihnya sendiri untuk warganya.

"Keputusan Gubernur Anies mengambil alih seluruh aspek pengelolaan dari pengolahan air baku hingga pelayanan dari swasta ini akan menjadi awal penyelesaian peliknya persoalan air bersih di Jakarta. Ini juga langkah tepat untuk mengembalikan hak semua warga di seluruh titik Jakarta untuk menikmati air bersih yang memang sesuai konstitusi harus dipenuhi negara. Keputusan ini bukan hanya harus diapresiasi tetapi juga harus kita rayakan sebagai kemenangan warga Jakarta," jelas Fahira.

Senator asal DKI Jakarta itu pun menyakini proses pengambilalihan pengelolaan air ibu kota dari pihak swasta segera rampung. Sebab, dilihat dari sisi manapun, selama dikuasai swasta, cakupan layanan air ibu kota tidak mengalami kemajuan signifikan. Dalam 20 tahun periode 1998-2017 cakupan layanan air hanya meningkat 14,9 persen. Tahun 1998 sebesar 44,5 persen kemudian pada 2017 nilainya hanya meningkat menjadi 59,4 persen atau masih jauh dari target akhir kontrak di tahun 2023 sebesar 82 persen.

"Pemprov DKI punya posisi kuat untuk mengambil alih pengelolaan dan pelayanan air bersih bagi warganya untuk memastikan semua warga Jakarta terpenuhi haknya menikmati air bersih," demikian Fahira. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya