Berita

Foto/Net

On The Spot

Akhir Pekan, Bandara Halim Mirip Terminal Bus

Hari Kerja Lebih Sepi
SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 10:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejumlah bandara disebut sepi. Penyebabnya, harga tiket pesawat masih tinggi. Ditambah, rencana sejumlah maskapai menerapkan bagasi berbayar.

Namun, pemandangan sepi, tak terlihat di Bandara Halim Perdanakusuma. Bandara yang berada di Kompleks TNI AU, Jakarta Timur itu, ramai. Penumpang, calon penumpang, pengantar, maupun penjemput, berbaur jadi satu. Baik di terminal keberangkatan, maupun kedatangan. Mirip di terminal bus.

Keramaian mulai tampak dari sebelum masuk area bandara. Sejumlah mobil antre, mengam­bil tiket parkir. Ada lebih dari tiga gardu tiket yang dibuka. Panjang antrean di masing-masing gardu, lebih dari tiga mobil.


Masuk ke bagian dalam, sua­sana ramai jelas terlihat. Di area keberangkatan, ratusan orang berkumpul. Ada yang ingin masuk ke ruang tunggu. Ada pula yang sekadar mengantar hingga ke depan pintu pemerik­saan barang bawaan.

Di area ini, terdaapat tujuh mesin pelaporan mandiri (self check in). Hari itu, mesin self check in ramai didatangi calon penumpang. Hanya ada jeda beberapa saat, mesin itu segera dipakai calon penumpang berikutnya.

Melangkah lebih jauh, ke terminal kedatangan, pemandan­gan serupa terlihat. Kursi-kursi berbahan besi, yang disediakan di bagian itu, terlihat penuh. Sementara pengunjung yang lain, terpaksa berdiri. Ada juga yang berdiri persis di pintu keluar penumpang yang tiba di terminal kedatangan.

Hari itu, Ilham jadi salah satu yang turut meramaikan Bandara Halim Perdanakusuma. Berseragam merah marun, di­padukan rompi berkelir hijau stabilo, Ilham bertugas pada bagian troli bandara. Siang itu, Ilham tampak sibuk melayani penumpang. Di terminal keda­tangan.

Beberapa penumpang, yang keluar dari pintu kedatangan, menghampirinya. Apalagi, para penumpang membawa banyak barang bawaan. Barang-barang yang dibawa, kemudian di­angkat ke troli. Lalu, dibawa hingga ke kendaraan penjemput penumpang tersebut.

Sebagai petugas bagian troli, Ilham merasakan langsung, saat bandara sedang ramai, maupun sepi. Hari itu, dia bilang, bandara sedang ramai. Soalnya, sedang akhir pekan. Banyak yang kem­bali dari perjalanan beberapa hari sebelumnya. Berbeda den­gan saat hari kerja. "Kalau hari Minggu gini, lebih ramai di ke­datangan," ujar Ilham, saat ngo­brol di terminal kedatangan.

Dia mengakui, belakangan ini, penumpang memang sepi. Namun, menurutnya, itu bukan karena harga tiket yang mahal. Melainkan, memang sedang musimnya. Biasanya, dua bu­lan usai Natal dan Tahun baru, penumpang memang lebih sepi. "Setelah itu ramai lagi, seperti biasa," bebernya.

Tak hanya usai Natal dan Tahun Baru, suasana sepi juga terjadi usia Lebaran. Satu hingga dua bulan usai Lebaran, kata dia, bandara lebih sepi dari biasanya. Namun, setelah itu, penumpang akan lebih ramai. Terutama jelang Idul Adha. "Ya, biasanya begitu terus trennya," ucapnya.

Di sisi lain, kondisi sepi, berim­bas pada pendapatan sopir taksi di bandara itu. Pendapatan merosot. "Biasanya, sehari bisa dapat em­pat rit, sekarang dapat satu rit saja sudah syukur," ucap Mulyono, sopir taksi di bandara itu

Berbeda dengan Ilham, dia menduga, harga tiket turut ber­pengaruh. Ditambah, ada ren­cana kebijakan bagasi berbayar. Penumpangnya pun sering men­geluhkan kebijakan itu. "Kalau bisa dibilang, dari awal 2019, pendapatan turun 50 persen," ungkapnya

Bahkan, libur Imlek lalu, tak juga meningkatkan penghasilannya. Pendapatannya sama saja. Dia hanya mendapat satu rit. "Padahal biasanya ramai," be­bernya.

Dia berharap, pemerintah segera mengambil tindakan. Agar, harga tiket kembali normal. Supaya penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma, bisa ramai setiap hari. Pasalnya, Mulyono hanya menggantung­kan hidup dari penghasilannya menjadi sopir taksi. "Biar kami sopir taksi juga kebagian banyak penumpang," ujarnya.

Bandara Sepi, Penumpang Bus Dan Kereta Api Melonjak

Masih tingginya harga tiket pesawat, dan rencana kebijakan bagasi berbayar, memberikan dampak pada moda transportasi lain. Terutama transportasi darat. Pengguna jasa bus dan kereta api, mengalami peningkatan.

Dari pengamatan Sabtu (9/2) di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, kerama­ian calon penumpang, jelas terlihat. Lobi keberangkatan, dipenuhi penumpang yang se­dang menunggu jam keberang­katan bus.

Kursi-kursi di setiap sudut terlihat diduduki oleh mereka. Antrean bus di parkiran, diisi bus-bus yang menanti penump­ang. Hilir mudik bus yang datang dan pergi juga terlihat ramai.

Kepala Seksi Operasional Terminal Terpadu Pulogebang Noviesa Pinem, mengakui ter­jadi kenaikan jumlah penump­ang setelah libur Tahun Baru 2019 usai. Lonjakan jumlah penumpang, terjadi sejak tiket pesawat menuju Sumatera naik. "Terutama di jalur keberangka­tan," kata Pinem.

Meski begitu, Pinem tak mengetahui jumlah kenaikan se­cara pasti. Dia mengatakan, data jumlah kenaikan menuju daer­ah-daerah di Pulau Sumatera, dikantungi masing-masing pe­rusahaan otobus. "Kami hanya mencatat jumlah kedatangan dan keberangkatan saja," katanya.

Berdasarkan data, tercatat jumlah penumpang pada periode Januari 2019 tercatat sebanyak 131.327 orang. Jumlah penump­ang yang berangkat ada seban­yak 84.681 orang. "Sedangkan jumlah penumpang yang tiba 46.646 orang," tuturnya.

Lonjakan yang sama juga terjadi di moda kereta api. Khususnya, di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Edy Kuswoyo menga­takan, khusus di Daop 1 Jakarta terjadi kenaikan yang terlihat dari tren penumpang secara harian. Baik keberangkatan dari stasiun Gambir maupun Pasar Senen.

Pada periode 1-15 Januari 2019, total terdapat 250.328 pen­umpang, untuk keberangkatan dari stasiun Gambir. "Sebanyak 348.820 penumpang dari stasiun Pasar Senen," papar Edy.

Lalu, pada periode 16-31 Januari 2019 dari stasiun Gambir sebanyak 257.090. Sedangkan 304.188 keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen. "Volume penumpang mengalami pen­ingkatan saat akhir pekan," ungkapnya

Dia menjelaskan, pada dasarnya rata-rata volume penumpang per hari tidak mengalami kenai­kan yang signifikan. Namun, jika melihat volume penumpang pa­da periode 16-31 Januari 2019, khususnya dari keberangkatan stasiun Gambir, terdapat pening­katan sekitar 7.000 penumpang. "Tidak hanya itu, saat weekend, volume penumpang juga menga­lami lonjakan," ucap Edy.

Saat ini, harga tiket kereta api normal. Selain itu, lanjut Edy, beberapa lokasi tujuan mengala­mi peningkatan jumlah penump­ang. "Di antaranya, yang ingin menuju Jawa Tengah, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo," tandas­nya. ***

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya