Berita

Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Saudi Tidak Perlu Penyelidikan PBB Dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 20:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi tidak memerlukan penyelidikan yang dipimpin oleh PBB atau penyelidikan internasional terhadap kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi. Saudi memiliki sistem hukum yang kompeten dan dapat menangani masalah ini.
 
Begitu tegas Menteri Negara Saudi Untuk Urusan Luar Negeri, Adel al-Jubeir mengatakan kepada program TV Amerika Serikat Face the Nation pada hari Minggu (10/2).
 
Dalam kesempatan itu dia mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober tahun lalu adalah tragedi besar-besaran. Dia juga membantah bahwa itu disetujui oleh kepemimpinan Arab Saudi.
 

 
Pernyataan itu membantah laporan badan-badan intelijen Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa pembunuhan itu hampir pasti membutuhkan persetujuan penguasa kerajaan secara de facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Pada bulan Desember tahun lalu, para senator Amerika Serikat mendukung tindakan yang menuduh MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
 
"Putra mahkota tidak ada hubungannya dengan ini," kata Jubeir.
 
"Tidak ada perintah yang diberikan untuk membunuh Jamal Khashoggi dan seluruh negara terkejut dengan ini," tegasnya.
 
"Itu adalah kesalahan. Itu dilakukan oleh para pejabat pemerintah Saudi yang bertindak di luar lingkup wewenang mereka. Raja memerintahkan penyelidikan," tegas Jubeir seperti dimuat ulang Al Jazeera.[mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya