Berita

Foto/Net

Nusantara

Kapal Pengangkut BBM Yang Ditabrak Di Perairan Batam Harus Diusut Tuntas

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. KRI Silea-858 milik TNI AL diduga menabrak kapal tanker MT Mahogani Banda milik PT. Segara Laju Perkasa di perairan Batam, Sabtu (26/1) pukul 02.00 WIB.

Jurubicara MT Mahogani Banda, Leo Shendy mengatakan, kapal MT Mahogani Banda yang merupakan mitra PT Pertamina sedang jangkar (anchor) di perairan Batam untuk menunggu antrian menuju Terminal BBM Tanjung Uban, Batam.

Perintah jangkar tersebut dikeluarkan petugas pelabuhan antri menunggu giliran pengisian BBM milik Pertamina.


Namun sekitar pukul 2 dinihari, tiba-tiba terjadi benturan yang menimpa lambung kapal MT Mahogani Banda.

"Kejadian ini membuat kru panik. Beberapa menit kemudian, benturan kembali terjadi dan mengenai depan kapal. Benturan yang lebih keras ini membuat kerusakan yang cukup parah," kata Leo Shendy dalam keterangannya, Senin (11/2).

Dijelaskan, karena kerusakan itu akhirnya Pertamina mengambil keputusan off hire atau tidak membayar sewa harian. Namun dibolehkan perbaiki untuk melanjutkan pelayaran.

Saat melakukan pelayaran pada Sabtu di Perairan Barat Pulau Nipa, KRI Silea-858 melalui saluran radio memanggil MT Mahogani Banda untuk melakukan pemeriksaan.

"Setelah diperiksa dan kami yakin semua persyaratan administrasi perkapalan kami lengkap, tapi MT Mahogani Banda diminta ikut KRI ke Dermaga Lanal Batam. Kini Capten MT Mahogani Banda, Andhi Satria ditahan," ujar Leo Shendy

Disebutkan, pihaknya sudah menghubungi kru MT Mahogani Banda dan berdasarkan penjelasan Andhi Satria penahanan itu dilakukan lantaran mereka menjalankan perintah atasan.

"Ini agak aneh, kami ditabrak dan kami yang ditahan. Mohon pimpinan TNI AL mengusut kasus ini secara fair dan tuntas," pungkas Leo Shendy.

Sementara dalam laman resmi TNI AL disebutkan, bersasarkan hasil pemeriksaan terhadap kapal MT Mahoni Banda diduga melakukan pelanggaran karena kapal tidak dilengkapi Sertifikat Pengoperasian Crane dan Sertifikat Asuransi Kerangka Kapal (WRECK REMOVAL), yaitu melanggar Pasal 203 ayat 5 jo 321 UU 17/2008 tentang Pelayaran dengan ancaman kurungan 1 tahun dan denda 200 juta.

Berdasarkan dugaan kesalahan tersebut, maka Komandan KRI Silea-858 Mayor Laut (P) Romi Sitorus memerintahkan agar kapal MT Mahogani Banda di adoc ke Lanal Batam untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Spesifikasi kapal MT Mahoni Banda: Tonage 2.432 GT, kebangsaan Indonesia, jenis kapal motor tanker, pemilik PT. Segara Laju Perkasa, jumlah ABK 18 orang (termasuk nakhoda), muatan Premium 1200 KL dan Bio Solar 2800 KL, rute pelayaran dari Tanjung Uban tujuan Lhokseumawe. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya