Berita

Prosesi pemilu/Net

Nusantara

Bawaslu Banten Desak KPU Tetapkan TPS Tambahan

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 04:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demi memberi kepastian pemilih yang tidak tidak bisa memilih di tempat pemungutan suara (TPS) asal, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendesak Komisi Pemilihan Banten segera menetapkan jumlah TPS tambahan.

Desakan dilakukan karena KPU belum memberi penetapan terkait kepaastian untuk pemilih yang tak bisa memilih di TPS domisilinya

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi meminta agar pemilih tersebut difasilitasi.


“Di rutan, kemudian ada pemilih bandara bagaimana progresnya? Di Bandara Soekarno Hatta itu bukan sekadar penumpang, tapi juga ada pegawai yang tidak bisa pulang, rata-rata 24 jam untuk operasionalnya,” tegas Didih seperti diberitakan RMOLBanten, Minggu (10/2).

Didih menjelaskan, kepastian TPS tambahan di daerah tertentu diperlukan. Pasalnya, Bawaslu dari awal sudah menyampaikan adanya beberapa konsekuensi dari pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (pileg) digabung.

Selain di bandara dan rutan, kata Didih, ada sejumlah titik yang dipandang perlu didirikan TPS. Seperti di pondok pesantren dan kawasan industri. Lokasi-lokasi itu sangat berpotensi adanya pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tak bisa pulang ke kampung halaman.

“17 April, semua harus libur. Cuma masalahnya mereka enggak pulang karena liburnya hari Rabu. Kalau saya  berpikir, terdaftar di Medan libur cuma satu hari, saya enggak balik, saya ingin memilih di sini saja. Kalau alasannya bukan warga sini tidak bisa ikut Pileg boleh, tapi kalau Pilpres dapil (daerah pemilihan)-nya nasional, dia mempunyai hak pilih,” terang Didih.

Pihaknya menilai, soal adanya penambahan TPS di lokasi rawan pemilih tidak terlalu sulit. KPU bisa bercermin dari pelaksanaan Pemilu 2014 di mana saat itu ada 15 yang berlokasi di Bandara Soekarno Hatta dan rutan yang tersebar di enam kabupaten/kota di Banten.

“Tinggal konsultasi dengan pengelola bandara. Mereka sudah dari pemilu ke pemilu biasa, shift-nya sudah jelas,” tuturnya. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya