Berita

Gerakan Rompi Kuning/Net

Dunia

Wakil PM Italia: Gerakan Rompi Kuning Reaksi Atas Kebijakan Ultra-liberal

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 16:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gagasan di balik gerakan Rompi Kuning di Perancis menggambarkan masa depan Eropa. Begitu kata Wakil Perdana Menteri Italia Luigi Di Maio jelang akhir pekan ini.
 
Pernyataannya itu merupakan bentuk pembelaan atas pertemuannya dengan para pemimpin gerakan Rompi Kuning di Perancis yang membuat marah penerintah Perancis.
 
Dalam sebuah surat kepada surat kabar Perancis Le Monde, Di Maio menekankan bahwa dia terkesan dengan manifesto Rompi Kuning dan mengatakan tuntutan mereka melampaui hak dan menempatkan warga sebagai kepentingab utama.
 

 
"Inilah sebabnya saya ingin bertemu dengan perwakilan Rompi Kuning, karena saya tidak percaya bahwa masa depan politik Eropa terletak pada partai-partai di kanan atau kiri, atau dengan apa yang disebut partai 'baru' yang pada kenyataannya mengikuti tradisi," tulisnya, dimuat ulang Russia Today.
 
Di Maio juga mengkritik pemerintah saat ini dan mantan pemerintah Perancis dan menuduh mereka mengejar kebijakan ultra-liberal. Kebijakan itu dianggap telah meningkatkan rasa tidak aman pada warga negara dan mengurangi daya belanjanya.
 
Dia mengatakan dia tidak terkejut bahwa orang-orang Perancis melakukan aksi unjuk rasa.
 
Meski begitu, dia mengatakan bahwa Perancis adalah "negara sahabat" dan menggambarkan rakyatnya sebagai titik rujukan dalam mengejar hak-hak sosial dan sipil.
 
Surat itu dilihat sebagai upaya untuk meredakan ketegangan setelah pertikaian antara Italia dan Perancis yang meningkat setelah Di Maio pergi ke Perancis untuk bertemu dengan para pemimpin Rompi Kuning yang berusaha mencalonkan diri dalam pemilihan Parlemen Eropa Mei mendatang. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya