Berita

Pengamat politik internasional Teguh Santosa (jas hitam)/RMOL

Politik

SOAL PROPOGANDA RUSIA

Putin Tidak Begitu Terganggu Tudingan Propaganda Rusia

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Joko Widodo terkait  “propaganda Rusia” tidak memiliki dampak serius pada hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Federasi Rusia.

Menurut pengamat politik internasional, Teguh Santosa, pemerintah Rusia kelihatannya tidak menganggap tudingan “propaganda Rusia” itu sebagai hal yang serius.

Hal itu disampaikan Teguh dalam diskusi bertajuk “Hoax Propaganda Rusia: Kualitas Politik Internasional Indonesia Hari Ini di Mata Dunia” di Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Sabtu (9/2).


Beberapa hari lalu Teguh bertemu dengan Dutabesar Federasi Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva, dan sempat mengajukan pertanyaan mengenai tudingan itu.

“Ibu Dubes Rusia hanya tertawa. Saya kira tidak ada tindakan yang lebih dari twit yang sudah disampaikan Kedubes Rusia,” tutur Teguh.

Baca: Klarifikasi Soal "Propaganda Rusia", Kedutaan: Kami Tidak Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Indonesia

Teguh mengatakan, sepengetahuannya, Presiden Rusia  Vladimir Putin juga tidak mengeluarkan pernyataan khusus terkait ucapan Presiden Jokowi itu. Ini memperlihatkan bahwa Rusia memang tidak atau belum terganggu.

“Kalau suatu negara merasa terganggu biasanya ada tindakan sperti memanggil dube pulang untuk mendapatkan penjelasan. Permintaan penjelasan ini bermakna kritik keras,” sambung dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu.

“Putin belum punya rencana untuk memanggil Dubes Rusia, karena tidak menganggap ini (tudingan propaganda Rusia) hal yang begitu penting,” tambahnya. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya