Berita

Bezos/Net

Dunia

Bos Amazon Geram Diperas Majalah Gosip

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 20:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Orang terkaya di dunia saat ini yang juga merupakan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos, menuduh pemilik majalah gosip Amerika Serikat, National Enquirer berusaha memerasnya atas gambar-gambar intim.

Dia mengatakan perusahaan induk National Enquirer, American Media Inc (AMI), ingin Bezos berhenti menyelidiki bagaimana mereka memperoleh pesan pribadinya.

Diketahui bahwa Bezos dan istrinya, Mackenzie memutuskan untuk bercerai bulan lalu. Namun, beberapa jam kemudian majalah itu menerbitkan perincian terkait percerain keduanya, termasuk pesan pribadi tentang perselingkuhan.


Dalam posting blog, Bezos mengunggah email yang katanya telah dikirim ke perantaranya oleh perwakilan AMI. Email tersebut berisi ancaman bahwa mereka akan mempublikasikan "foto-foto intim" Bezos dan kekasihnya, mantan pembawa acara TV Lauren Sanchez.

Miliarder, yang juga memiliki koran Washington Post ini mengatakan AMI ingin dia membuat pernyataan publik yang salah yang menyebut bahwa liputan National Enquirer tentang dia dan selingkuhannya tidak bermotif politik.

Menurut email yang dimasukkan oleh Bezos dalam blognya, seorang pengacara AMI mengusulkan bahwa foto-foto itu tidak akan diterbitkan sebagai imbalan atas pernyataan publik yang dituntutnya tersebut.

"Daripada menyerah pada pemerasan dan pemerasan," tulis Bezos.

"Saya telah memutuskan untuk mempublikasikan apa yang mereka kirimkan kepada saya, terlepas dari biaya pribadi dan rasa malu yang mereka ancam," tambahnya, seperti dimuat BBC.

Di awal posting blog, Bezos menyebutkan tautan AMI ke Presiden Donald Trump.

Bezos mengatakan kepemilikannya atas Washington Post adalah kompleksitas baginya karena dia telah memusuhi orang-orang kuat tertentu, termasuk Trump, yang adalah teman bos AMI, David Pecker.

AMI baru-baru ini mengakui telah berkoordinasi dengan kampanye presiden Trump untuk membayar model Playboy senilai 150.000 dolar AS dalam bentuk uang sembunyi-sembunyi untuk tetap diam tentang perselingkuhannya dengan Trump. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya