Berita

Harryadin Mahardika/RMOL

Politik

Dugaan Prabowo Anggaran Bocor Rp 500 T Masuk Akal

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 19:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal kebocoran anggaran negara yang mencapai Rp 500 triliun bukan hal yang mengada-ada.

Menurut anggota Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan BPN Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika angka yang disampaikan Prabowo sangat masuk akal.

“Potensi pendapatan yang bocor. Pak Prabowo selalu bilang bahwa turunnya tax ratio sebenarnya tanggung jawab pemerintah. Sebenarnya hilangnya tax ratio berdampak pada hilangnya pendapatan,” ucap Harryadin di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (8/2).


Padahal dalam kampanye tahun 2014 lalu, Jokowi berjanji menaikkan tax ratio jika memimpin negeri ini. Namun kenyataannya, saat ini justru menurun.

“Artinya gini, Pak Jokowi ini emang tidak serius dalam meningkatkan atau mempertahankan tax ratio yang dijanjikan,” tegasnya.

Sambung dia, tax ratio peninggalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sebesar 13 persen. Namun di era Jokowi turun menjadi 9 persen.

“Artinya ada yang hilang 4 persen dalam 4 tahun ini. 4 persen ini kalau dihitung per tahunnya sekitar Rp 100 triliun. Kehilangan itu jadi cukup besar nggak bisa dianggap enteng,” jelasnya. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya