Berita

Ujang Komarudin/Net

Politik

Pengamat: Gerakan 212 Jadi Isu Andalan Bagi Oposisi

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 14:44 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Gerakan 212 yang dimulai sejak Desember 2016 untuk menyeret Ahok karena kasus penistaan agama terus bergaung jelang Pilpres 2019. Pada 2 Desember 2018, gerakan ini kembali melakukan reuni yang dihadiri oleh salah satu capres, Prabowo Subianto.

Sehingga, menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, isu ini seakan menjadi andalan bagi kubu oposisi.

"Ini jadi isu andalan bagi oposisi. Kita tahu Andi Arief dan Demokrat sekarang ada di kubu Prabowo-Sandi. Seruan itu jelas agar gerakan ini terpacu untuk menangkan salah satu paslon," ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/2).


Dalam akun twitter pribadinya, Andi Arief menyerukan agar alumni 212 berkumpul kembali untuk menegakkan pemilu jujur jelang 17 April 2019 mendatang.

Seruan Andi Arief itu juga dilatarbelakangi adanya potensi kecurangan yang dilakukan oleh kubu capres petahana Joko Widodo.

Menurut Ujang, trik politik itu sudah terjadi lama di mana oposisi selalu menuduh petahana melakukan kecurangan.

"Bagi pihak oposisi selalu menuduh siapapun pejabat yang sedang berkuasa ada kecurangannya. Itu kan sebenarnya bisa dilaporkan, jadi biarkan nanti masyarakat yang menilai siapa yang curang, siapa yang tidak," pungkasnya. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya