Berita

Perancis-Jerman/Net

Global

Kontrak Perdana, Perancis-Jerman Siap Kembangkan Jet Tempur Masa Depan

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 12:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perancis dan Jerman mengumumkan kontrak senilai 65 juta euro untuk program bersama merancang sistem jet tempur generasi berikutnya pada Rabu (6/2).

Kontrak itu akan dibiayai sama oleh kedua negara selama dua tahun ke depan dan dijalankan oleh Dassault Aviation dan Airbus. Keduanya akan membangun sistem yang diharapkan akan beroperasi mulai tahun 2040 dengan maksud untuk mengganti Dassault's Rafale dan Eurofighters Jerman.

"Kontrak ini dipercayakan kepada Airbus dan Dassault yang merupakan kontraktor utama dari sistem ambisius ini," kata Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly


"Kontrak ini adalah batu bata pertama dari bangunan yang luar biasa," sambungnya, seperti dimuat Reuters.

Pemerintah Perancis dan Jerman memberikan perusahaan-perusahaan yang terlibat kontrak tambahan untuk memajukan teknologi dan berupaya untuk membuat demonstrasi penerbangan pertama pada tahun 2025.

Ini adalah lankah lanjutan setelah sebelumnya Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel pertama kali mengumumkan rencana pada Juli 2017 untuk Future Air Combat Air System (FCAS) yang baru, yang akan mencakup jet tempur dan sejumlah senjata terkait, termasuk drone.

Setelah hampir dua tahun pekerjaan persiapan oleh perusahaan yang terlibat, perjanjian dan penandatanganan kontrak hari Rabu akan membuka jalan bagi program untuk memulai dengan sungguh-sungguh. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya