Berita

Maria Butina/The Guardian

Dunia

Kekasih Agen Rusia Dijerat Ke Pengadilan Karena Kasus Penipuan

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 11:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria Amerika Serikat yang berpacaran dengan agen Rusia, Maria Butina dituduh melakukan penipuan. Dia adalah seorang Republikan yang juga merupakan operatif Asosiasi Senapan Nasional (NRA) bernama Paul Erickson.

Pada hari Rabu (6/2), Erickson didakwa dengan tuduhan penipuan karena menipu investor di perusahaan yang dikontrolnya yang konon akan menjalankan fasilitas bantuan hidup dan membangun rumah di Dakota Utara.

Bukan hanya itu, menurut dakwaan, dia juga dituduh menipu investor dalam desain kursi roda dan perusahaan produksi.


Dalam kasus-kasus itu, Erickson disebut telah meraup ratusan ribu dolar dari investor dan menggunakannya untuk kebutuhan pribadinya.

Selain kasus-kasus tersebut, di pengadilan di Pierre, South Dakota, Erickson juga didakwa dengan kepemilikan tujuh rekening pencucian uang untuk transfer yang dia lakukan dengan menggunakan dana yang dikumpulkan secara ilegal.

The Guardian memuat, Erickson membuka pintu ke lingkaran konservatif untuk Butina, yang membangun jaringan kontak tingkat tinggi Republik dan NRA antara tahun 2013 dan 2017 sebelum penangkapannya tahun lalu.

Dengan Butina, Erikson dikabarkan mengatur delegasi dari NRA untuk mengunjungi Rusia pada Desember 2015, di mana mereka bertemu dengan para pejabat senior Rusia.

Kunjungan itu telah diselidiki dalam penyelidikan kemungkinan kolusi antara kampanye pemilihan Donald Trump dan Rusia dalam kampanye pemilu 2016 lalu.

Sementara itu di Washington, Erickson membantu Butina masuk ke sekolah pascasarjana Universitas Amerika dan mereka tinggal bersama sementara Butina belajar dan menjalin jalan melalui lingkaran Republik Washington.

Menurut tuduhan dan pembelaannya tahun lalu, Butina bekerja untuk Alexander Torshin, seorang bankir Rusia yang kuat dan kroni Presiden Rusia Vladimir Putin, pada misi eksplisit untuk membangun jalur komunikasi tidak resmi dengan warga Amerika yang memiliki kekuatan dan pengaruh atas politik Amerika Serikat.

"Butina berusaha menggunakan jalur komunikasi tidak resmi itu untuk kepentingan Federasi Rusia," begitu keterangan Departemen Kehakiman.

Sementara itu, berdasarkan koneksi Rusia yang dia buat melalui Butina, Erickson menawarkan untuk mengatur kontak antara Kremlin dan kampanye Trump pada 2016.

Meski begitu, surat dakwaan pada hari Rabu tidak menyebutkan secara langsung hubungan Erickson dengan Butina, yang saat ini berada di penjara menunggu hukuman.

Tetapi ada petunjuk koneksi seperti transfer uang ke Universitas Amerika, dan ke "M.B.", yang bisa jadi inisial bagi Butina. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya