Berita

Shohibul Anshor/Net

Politik

Jelang Pilpres MLA Diteken, Shohibul: Too Late To Be A Good Government

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 21:57 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Penandatanganan perjanjian bantuan hukum timbal balik (Mutual Legal Assitance-MLA) oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter di Bernerhorf Bern, Swiss (Senin, 4/1) dinilai sebagai sebuah langkah yang sudah terlambat.

Pasalnya hal ini dilakukan menjelang masa pemerintahan Joko Widodo hampir selesai.

"Saya sangat tergoda untuk mengatakan hal ini sebagai too late to be a good government," kata pengamat kebijakan politik Shohibul Anshor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/2) malam.


Shohibul berharap, langkah yang diambil pemerintah ini sungguh-sungguh dan tidak sebatas mencari sensasi menjelang pemilu.

"Langkah ini tak boleh terkesan sebatas mencari sensasi menjelang pemilu atau terkesan sebagai langkah mempersulit lawan-lawan politik menghadapi pemilu," kata Sohibul.

Shohibul menjelaskan, Indonesia dan para elitnya, pasti terkait masa lalu.

"We all made by Soekarno, we all made by Soeharto, we all made by Habibie, we all made by Gus Dur, we all made by Megawati, Soesilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo. Lalu kita mau membongkar borok masa lalu mulai dari tahun kapan hingga tahun kapan? Jejak kita berketerusan pada rangkaian sejarah itu, dan pertanyaan saya, pemerintahan mana yang mampu menggulung semua borok dari masa lalu itu tanpa pandang bulu?" tanya Shohibul. [hta]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya