Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Blunder Nasional Terus Menggerus Elektabilitas Petahana

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 11:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Peristiwa beruntun yang disebut-sebut sebagai "pekan blunder nasional" kubu petahana Joko Widodo dinilai masih bergerak dan akan terus menerus menggerus elektabilitas Jokowi-Maruf.

Peristiwa pembatalan bebasnya napi teroris Abu Bakar Baasyir, imbauan Kemenpora yang mewajibkan nyanyi lagu Indonesia Raya sebelum nonton bioskop, pernyataan Menkominfo Rudiantara yang menyebut 'yang gajih kamu siapa', teranyar relawan di Jawa Timur menyematkan gelar "cak jancuk" kepada Jokowi.

"Blunder tersebut memang merugikan Jokowi. Itu terus enggerus elektabilitasnya akibat blunder itu," ujar pengamat politik dari IndoStrategi, Arif Nurul Imam kepada redaksi, Selasa (5/2).


Blunder yang dilakukan kubu paslon 01 Jokowi-Maruf itu tidak hanya dilakukan oleh pendukung, tapi bisa oleh kandidat Jokowi dan Maruf.

"Apakah karena dia yang melakukan (blunder) atau karena perbuatan anak buahnya," tutur Arif.

Dari sisi politik, lanjut Arif, rentetan peristiwa blunder itu dinilai sangat merugikan elektoral dan simpati masyarakat terhadap petahana.

"Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak pada kepercayaan publik atas kepemimpinan Jokowi," demikian Arif Nurul Imam. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya