Berita

Lee Hsein Loong/Net

Dunia

Pesan Imlek PM Lee: Warga Tionghoa Singapura Unik

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 21:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Identitas Tionghoa Singapura akan terus berkembang sebagaimana tradisi perayaan warga selama bertahun-tahun.

Begitu kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pusan tahun baru China atau Imlek yang disampaikan pada Senin (4/2).

Lee menjelaskan, dalam sejarahnya, imigran yang datang ke Singapura setelah Sir Stamford Raffles mendirikan pelabuhan gratis di Singapura, terlalu miskin untuk melakukan perjalanan pulang ke rumah untuk Imlek. Karena itulah, mereka merayakan dengan sesama buruh dan anggota etnis Tionghoa di Singapura.


Hal itu menciptakan kembali tradisi khas Imlek seperti makan kue keberuntungan, melakukan tarian barongsai untuk keberuntungan dan mengusir roh jahat di Singapura.

Selama bertahun-tahun, warga Tionghoa Singapura mengembangkan ritual dan tradisi unik mereka sendiri untuk Tahun Baru Imlek. Sejak tahun 1970-an, orang Tionghoa Singapura juga berhenti menyalakan petasan.

"Karena di kota yang padat dan padat, ini berbahaya bagi manusia dan properti," kata Lee.

"Di tempat mereka, untuk menyalakan suasana pesta, kami mulai mengadakan Parade Chingay dari tahun 1973," katanya, seraya menambahkan bahwa parade telah berevolusi dari menampilkan sebagian besar benda budaya Tiongkok menjadi perayaan bagi orang-orang dari semua ras dan usia.

"Keterlibatan semua ras menambah kegembiraan khusus dan kekayaan pada perayaan, dan mencerminkan masyarakat multikultural kami yang unik," kata Lee seperti dimuat Channel News Asia.

Lee mengatakan bahwa cara Singapura sekarang merayakan Tahun Baru Imlek mencerminkan bagaimana identitas Tionghoa Singapura telah berevolusi dan muncul selama bertahun-tahun.

"Orang Tionghoa Singapura telah terintegrasi ke dalam keseluruhan multiras yang lebih besar. Dalam prosesnya, orang Tionghoa Singapura menjadi berbeda dari komunitas Tionghoa di tempat lain, baik masyarakat Tionghoa China, Hongkong dan Taiwan, dan minoritas Tionghoa di luar negeri dalam diaspora di Asia Tenggara dan Barat," sambungnya.

Lee mengatakan bahwa seiring dengan bertambahnya generasi baru dan imigran baru bergabung dengan Singapura, identitas China Singapura akan terus berkembang.

"Para pendatang baru akan memperkaya warisan budaya kita dengan pengalaman hidup dan perspektif mereka yang berbeda," tambahnya.

"Pada saat yang sama, saya berharap bahwa dari waktu ke waktu mereka akan menyesuaikan norma-norma sosial mereka dengan konteks lokal kami, dan merangkul kebiasaan budaya Singapura yang unik, seperti yang dilakukan generasi sebelumnya," jelas Lee.

"Ini adalah cara bagi komunitas China untuk tetap bersemangat, dan bagi Singapura untuk menjadi terbuka, dinamis, dan tangguh selama bertahun-tahun yang akan datang," tutupnya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya