Berita

Sergey Lavrov/Net

Global

Menlu Rusia: Uni Eropa Tidak Memediasi Krisis Di Venezuela

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 18:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Posisi Uni Eropa di Venezuela bukan memediasi krisis, melainkan hanya memberikan ultimatum tanpa melihatkan semua pihak.

Begitu kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov awal pekan ini (Senin, 4/2). Dia mengecam langkah yang diambil Uni Eropa untuk mengakui pemimpin opisisi Venezuela Juan Guadio sebagai pemimpin sementara Venezuela.

"Uni Eropa yakin negara itu memiliki hak untuk mendikte kondisi untuk upaya mediasi internasional," kata Lavrov selama kunjungannya ke Bishkek, seperti dimuat Russia Today.


"Itu bukan mediasi. Itu adalah ultimatum," tambahnya.

Dia juga mengkritik Uni Eropa karena membentuk kelompok kontak di Venezuela, yang mencakup beberapa negara Uni Eropa dan Amerika Latin.

"Baik kita, maupun China, maupun Amerika Serikat tidak diundang," katanya seraya menyerukan bahwa semua pihak haru untuk berkumpul dan bernegosiasi terlebih dahulu.

Pernyataan Lavrov dikeluarkan tidak lama s setelah beberapa negara Uni Eropa, termasuk Inggris, Perancis, dan Spanyol, mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dengan tegas menolak permintaan dari Uni Eropa untuk mengumumkan pemilihan cepat dalam delapan hari. Maduro telah mengumumkan bahwa pemilihan akan berlangsung sesuai jadwal, pada tahun 2025.

Lavrov menegaskan kembali bahwa Maduro siap untuk melakukan pembicaraan dengan oposisi tanpa prasyarat demi perdamaian nasional. Tetapi Guaido, yang didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa menolak negosiasi.

Guaido menyatakan bahwa bulan mendatang akan menjadi "titik puncak" dalam perjuangan oposisi untuk merebut kekuasaan dan menyerukan protes besar-besaran pada 12 Februari. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya