Berita

Foto: Net

Dunia

KRISIS VENEZUELA

Oposisi: Akhir Sudah Dekat Bagi Maduro

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 09:57 WIB | LAPORAN:

Puluhan ribu demonstran Venezuela mengalir ke jalan-jalan ibukota pada hari Sabtu, memaksa Nicolás Maduro lengser dari kekuasaan.

Maduro dianggap tidak layak menjabat sebagai presiden lantaran telah membawa negaranya menuju kehancuran ekonomi dan krisis kemanusiaan.

Protes terjadi di kota-kota di seluruh negeri di tengah optimisme dari oposisi.


Perasan akhir sudah dekat bagi Maduro yang mengambil alih kekuasaan setelah kematian Hugo Chavez 2013 tidak terhindarkan.

"Saya percaya [akhir] akan segera terjadi - minggu ini," kata Barbara Angarita, 49, ketika ia dan ribuan demonstran lainnya mengguyur Principal de las Mercedes di Caracas.

"Kita harus memiliki negara bebas, bebas untuk semua rakyat Venezuela dan untuk keturunan kita."

"Saya pikir untuk pertama kalinya kita dekat..sangat, sangat dekat. Saya kira inilah yang dirasakan orang-orang di Jerman pada 1989 ketika Tembok runtuh," kata Sol Castro Cipriano (62) seorang pensiunan profesor universitas, seperti dilansir dari Guardian.

"Saat ini kami memilikinya di tepi tebing," kata Julio Avila, operator televisi, tentang Maduro. "Yang perlu kita lakukan adalah mendorongnya."

Usulan Maduro menggelar pemilu parlemen pada 2020 telah memicu situasi politik Venezuela kian memanas. Parlemen saat ini dikuasai oleh oposisi yang dipimpin Juan Guaido.

Bagi Maduro, yang dihadapkan pada banyak penentang, dukungan militer negara adalah hal yang penting. Namun, pemberontakan kecil terhadap Maduro telah terjadi di Angkatan Bersenjata Venezuela dalam beberapa bulan terakhir.

Jenderal Francisco Yanez, dari Komando Tinggi Angkatan Udara, menjadi jenderal Venezuela aktif pertama yang menyatakan dukungan kepada oposisi sejak Guaido menyatakan diri sebagai presiden pada 23 Januari lalu.

Sementara itu Guaido dalam rapat umum di Caracas, mengatakan kepada para pendukung bahwa mereka adalah bagian dari gerakan bersejarah dan “tak terhentikan”.

Pergerakan ini, kata Guaido, adalah babak yang menentukan dalam perjuangan oposisi untuk menjatuhkan Maduro.

"Saya memiliki keyakinan absolut bahwa perubahan sangat dekat di Venezuela," kata Guaido.

Orang-orang dari berbagai penjuru negeri telah turun ke Caracas untuk memanaskan Maduro, yang kembali ke kantor Mei lalu dalam pemilihan yang secara luas dikecam sebagai penipuan.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya