Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Lagu Kebangsaan Dan Nasionalisme

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 06:32 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SURAT resmi bernomor 1.30.1/Menpora/I/2019 berisi: "Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air, dengan ini kami menghimbau kepada para pengelola bioskop di seluruh Indonesia untuk dapat memutarkan sekaligus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum berlangsungnya setiap pemutaran film. Demikian himbauan ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih".

Himbauan resmi Kemenpora tersebut hanya berusia sehari sebab pada tanggal 1 Februari 2019, kementerian yang sama resmi mencabut himbauan resmi tersebut.

Lagu Kebangsaan



Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman dan untuk pertama kali diperkenalkan pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia.

Stanza pertama dari Indonesia Raya dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia Raya diperdengarkan/dinyanyikan pada upacara bendera.

Bendera Indonesia dinaikkan dengan khidmat dan gerakan yang diatur sedemikian supaya bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir.

Upacara bendera utama diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Upacara ini dipimpin oleh Presiden Indonesia.

Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat. Anggota Militer berseragam lazimnya melakukan penghormatan dengan mengangkat tangan kanan pada saat lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan.

Nasionalisme


Saya menghargai dan menghargai kebijakan Kemenpora membatalkan himbauan kepada para pengelola bioskop di seluruh Indonesia untuk memutarkan sekaligus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum berlangsungnya setiap pemutaran film.

Nasionalisme seyogianya tumbuh secara tulus pada sanubari setiap warga Indonesia bukan atas indoktrinasi apalagi paksaan namun atas kesadaran dan kehendak masing-masing.

Menyanyi lagu kebangsaan bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan nasionalisme. Nasionalisme berdasar aba-aba apalagi paksaan lebih rapuh ketimbang nasionalisme berdasar kesadaran dan kehendak mandiri setiap warga.

Jangan sampai nasionalisme hadir sekedar akibat himbauan apalagi paksaan karena Indonesia adalah sebuah negara demokrasi yang memberikan kemerdekaan serta kemandirian bagi setiap warga untuk menumbuh-kembangkan gelora semangat nasionalisme pada diri masing-masing. Merdeka! [***]

Penulis adalah warga Indonesia yang bangga serta cinta pada Tanah Air.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya