Kota Malang ternyata punya kesan mendalam bagi Rizal Ramli.
Puluhan tahun silam, di kota yang terkenal khas dengan apelnya itu Rizal Ramli berkisah, sering menghabiskan waktu liburan bersama mendiang istrinya, Herawati Moeljono.
Kala itu ia dan Hera masih sebagai pasangan kekasih.
Perkenalannya dengan Hera berawal di kampus Institut Teknologi Bandung.
"Saya waktu itu Ketua Asosiasi Musik Klasik dan Jazz ITB. Saya inget dia main Beethoven waktu itu. Kepincutlah saya," tutur pria kelahiran Padang itu bernostalgia saat bertandang di kantor
Harian Surya, Malang, kemarin (Kamis, 1/2).
Kedatangan Rizal Ramli untuk menjadi pembicara diskusi halaqoh ekonomi 'Membedah Ekonomi era Gus Dur'.
Ia ingat betul tidak mudah menaklukkan hati Hera.
"Saya dulu
item dekil gitu siapa yang mau
kan. Tapi karena saya pepet terus, hebatnya Rizal Ramli
kan karena dia tidak mau menyerah itu," ucap Rizal Ramli yang menteri perekonomian era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur lalu tertawa.
Kegigihan Rizal Ramli akhirnya berbuah manis. Hera menyambutnya, dan mereka menikah pada tahun 1982.
Setelah menikah, Rizal Ramli dan Hera pindah ke Amerika Serikat.
Rizal Ramli menyelesaikan program doktoralnya di Boston University, sedangkan Hera mengambil program master di Harvard University.
Kuliah sambil merawat dua anak bukan hal mudah.
"
Bayangin aja punya anak, masih harus kerja, mesti kuliah juga," ucap Rizal Ramli.
Rizal Ramli mengenang sosok Hera adalah wanita yang pendiam dan cerdas.
"Meskipun asalnya dari Jawa Timur, dia lebih cocok jadi orang Jawa Tengah atau Solo," ujarnya.
Hera yang lulusan arsitektur ITB dan Harvard School of Planning juga dinilainya sukses membangun kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
[wid]