Berita

Retno Listryarti/Humas KPAI

Nusantara

KPAI Dampingi Bocah SD Trauma Dihukum Push Up Belum Bayar SPP

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 09:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mendampingi seorang siswa SD swasta di Bojonggede, Bogor, yang mengalami kekerasan fisik dan psikis.

Komisioner KPAI, Retno Listryarti menuturkan, GNS (10) kini trauma berat hingga tidak mau lagi datang ke sekolah setelah dihukum push up 100 kali oleh pihak sekolah karena belum melunasi uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Orangtua GNS tak punya biaya.


"KPAI telah berkoordinasi P2TP2A setempat untuk rencana pemulihan untuk ananda GNS dan melakukan pemeriksaan psikologis dan psikoedukasi kepada orang tua," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (31/1).

Ia berharap dengan adanya pemulihan itu, GNS kembali bersekolah.

"Bila orang tua setuju memindahkan sekolah anak ke sekolah negeri di Depok maka akan difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Depok," terannya.

Retno juga menyampaikan, KPAI sudah berkoordinasi dengan Dinas PP-PA Kota Depok, merujuk lokasi tinggal GNS. Namun lokasi sekolah masuk wilayah kabupaten Bogor.

"KPAI juga akan melakukan pengawasan langsung ke sekolah tempat ananda GNS menuntut ilmu dan ke rumah korban, namun korban belum bersedia diajak bicara," tutur Retno.

Ia menyayangkan program Wajib Belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah apabila harus terhenti karena kurang biaya. Padahal, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berasal dari APBN.

"Seharusnya (wajib belajar 12 tahun) didukung semua pihak termasuk sekolah-sekolah swasta yang juga mendapatkan bantuan dana BOS dari APBN," kritiknya.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya