Berita

Dunia

Ahmed Khalil Diculik Otoritas Keamanan Aljazair

RABU, 30 JANUARI 2019 | 19:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kabar mengenai salah seorang petinggi kelompok separatis Polisario, Ahmed Khalil, yang menghilang sejak 10 tahun lalu mulai menemui titik terang.

Menurut putranya, Rachid Khalil, seperti dikutip dari futurosahara.net, Ahmed Khalil yang menghilang sejak 6 Januari 2009 diculik oleh pasukan keamanan Aljazair.

Ahmed Khalil lahir di Tan-Tan, di kawasan Guelmim-Oued Noun, baratdaya Maroko. Ia merupakan penasehat HAM Dewan Eksekutif Polisario.


Di tahun 2014, kelompok Tindouf Autonomous Support Forum (Forsatin) mengatakan bahwa Ahmed Khalid menghilang karena kerap mengkritik pelanggaran HAM di Kamp Tindouf, Aljazair. Namun ketika itu detail mengenai penculikannya belum diketahui pasti.

Setelah sepuluh tahun berlalu, tanggal 25 Januari lalu suku Rguibat Souaad menggelar pertemuan di distrik Laayoune di Kamp Tindouf. Dalam pertemuan itu mereka menuntut agar Ahmed Khalil dikembalikan hidup atau mati. Mereka menuntut otoritas Aljazair untuk mengkalrifikasi kabar penculikan itu.

Anak Ahmed Khalil lainnya, Haffadallah Khalil Ahmed, dalam pertemuan itu juga meminta agar pihak yang bertanggung jawab dalam penculikan memberikan penjelasan mengenai penculikan dan tempat jenazahnya dikuburkan. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya