Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pulangkan 13 ABK Terlantar, Pemerintah Panggil Dubes India Dan Belanda

RABU, 30 JANUARI 2019 | 04:49 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan kepulangan 13 Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang terlantar di India dan Belanda. Perusahaan yang mempekerjakan mereka terjerat masalah hukum.

Berdasarkan rapat koordinasi (rakor) kementerian terkait, diputuskan bahwa pemerintah akan memanggil dutabesar India dan Belanda untuk Indonesia guna mendukung upaya pemulangan tersebut.

Rakor yang digelar di Kementrian Koordinator bidang Kemaritiman ini melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).


Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dubes kedua negara itu akan dipanggil untuk membahas hal teknis mengenai kepulangan 13 ABK.

"Kementerian dan lembaga terkait harus terus berkoordinasi di tingkat teknis untuk segera mencari solusi agar para ABK dapat segera dipulangkan dan memperoleh hak-haknya," tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (29/1).

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Kelembagaan dan Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha memastikan pihaknya telah bergerak cepat dalam mengadvokasi para ABK itu.

KBRI di New Delhi bahkan telah diperintahkan untuk mendatangi Kemlu dan Kementerian Perdagangan India. Tidak hanya itu, KBRI juga telah mendatangi Kemlu Belanda dan mendesak perusahaan Nordav BV sebagai pemilik kapal Northwind yang menelantarkan ketiga belas ABK tersebut.

“Kita upayakan melalui pengacara di India agar perusahaan mau membayar gaji para ABK ini sejumlah di atas empat bulan masa kerja,” kata Judha. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya