Berita

Hasyim Joyo Hadi Kusumo/RMOL

Nusantara

Adik Prabowo: Pengelolaan Sistem Pendidikan Indonesia Mahal Dan Buruk

MINGGU, 27 JANUARI 2019 | 23:04 WIB | LAPORAN:

RMOL. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Hasyim Djojohadikusumo menyayangkan banyaknya masyarakat  belum mengenyam pendidikan yang layak, hal ini disebabkan oleh pengelolaan pendidikan yang buruk.

"Yang tidak mendapatkan kesempatan belajar itu banyak, saya tanya untuk menjadi doktor masuk ke fakultas kedokteran berapa sih? Ada yang bilang Rp 500 juta, 1 miliar rupiah dan sebagainya," ungkap adik Prabowo Subianto ini dalam acara Kebhinekaan dan Pemilu Damai di Gedung Bhayangkari, Jakarta Selatan, Minggu (27/1).

"Ini masalahnya, the high cost of education  biaya tinggi pendidikan di Indonesia mengakibatkan banyak orang dari keluarga yang sederhana ekonominya tidak sempat ikut pendidikan-pendidikan bagus," tuturnya.


Selain itu Hasyim menyampaikan bahwa untuk diterima di akademi tentara, TNI atau akademi kepolisian juga harus bayar ratusan juta rupiah.

"Mana mungkin rata-rata pelajar-pelajar lulus SMA dari keluarga sederhana bisa membayar 200 juta rupiah, dua puluh juta rupiah juga diragukan, dua juta rupiah di ragukan," lanjut dia.

Lanjut Hasyim, anggaran pendidikan nasional saat ini sekitar Rp. 440 triliun. Nilai itu menurutnya lebih dari cukup. Namun hasyim tetap mempertanyakan kenapa kondisi pendidikan tetap mahal.

"Persoalannya adalah it's a managerial problem, masalah pendidikan nasional kita adalah masalah manajemen, berarti apa? Masalah manusianya," tandas dia sambil menyampaikan visi-misi Nomor Urut Dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini dihadapan para anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). [hta]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya