Berita

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat debat perdana KPU/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Kawal Visi Misi Prabowo-Sandi, Gerram Bentuk 5 Posko Juang Di Jakarta

MINGGU, 27 JANUARI 2019 | 19:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Harga-harga kebutuhan pokok yang relatif tinggi menjadi alasan para purnawirawan jenderal polisi mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Demikian juga harga tarif listrik dan lain sebagainya.

"Ini membuat rakyat semakin susah memenuhi kebutuhan hidupnya," kata Ketua Gerram  DKI Jakarta, Irjen (Purn) Drs H Dasrul Lamsudin Dasrul di Posko Juang Gerram, Jalan Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/1)

Gerram merupakan akronmi dari Gerakan Relawan Rakyat Adil Makmur. Gerram didirikan relawan yang terdiri dari ratusan jendral purawirawan polisi.


Untuk itu, kata Dasrul, Prabowo-Sandi merupakan pemimpin yang cocok untuk merubah keadaan perekonomian rakyat yang tengah terhimpit ini akibat kenaikan harga.

"Kami meyakini Prabowo Sandi akan membawa keadaan yang lebih baik dibanding sekarang,"

Gerram sendiri kata Dasrul telah tersebar di banyak wilayah di tanah air baik itu di Jawa, Sumatra dan Indonesia Timur.

Khusus di wilayah DKI jakarta, kata Dasrul, telah di bentuk Posko Juang di 5 wilayah Jakarta termasuk di Kepulauan Seribu.

"Kegiatan Gerram adalah untuk menyampaikan visi dan misi dari paslon Prabowo-Sandi kepada masyarakat, khususnya di DKI, disamping itu pula kegiatan kami untuk mengawasi kegiatan pemilu dari indikasi kecurangan," katanya.

"Posko-posko juang di lima wilayah Jakarta agar kami dapat memantau kegiatan Pemilu, dan posko kami juga menampung informasi dari masyarakat tentang apa saja yang berkaitan dengan pemilu," tambahnya.

Dasrul menegaskan, gerakan ini bersifat independen dan tidak dibiayai oleh paslon Prabowo atau oleh kepartaian.

"Harapan kami semoga pemilu kali ini dapat berjalan dengan tertib lancar dan Jurdil" pungkasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya