Berita

Foto/Net

Politik

Fitnah Indonesia Barokah Tidak Gerus Elektabilitas Prabowo-Sandi

MINGGU, 27 JANUARI 2019 | 00:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyebaran tabloid Indonesia Barokah yang berisi tulisan-tulisan fitnah soal Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diyakini tidak akan menggerus elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 itu.

"Saya kira nggak ya, masyarakat sudah kebal," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat ditemui di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Meski begitu Fadli meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebaran tabloid tersebut.


"Segala sesuatu yang terkait fitnah hoax ya jangan ada tebang pilih dan diskriminasi," ujar Fadli.

Fadli menyatakan tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik.

"Itu hoax. Saya kira Dewan Pers harus tegas juga bahwa itu bukan produk jurnalistik," kata Fadli.

Dengan sikap Dewan Pers demikian, Fadli berharap aparat penegak hukum bisa bertindak dan membongkar tuntas kasus tabloid itu.

"Polisi harus tangani, dan jangan lepas tangan," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya