Berita

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman/Net

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Didaulat Menjadi Bapak Santri Indonesia

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 07:53 WIB | LAPORAN:

. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaunching Santri Tani di Lapangan Pasar Munding, Desa Kamulyaan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan salah satu trobosan Kementan dalam upaya menarik minat muda para santri di bidang pertanian, khususnya melakukan usaha agribisnis dengan pola modern baik di sisi hulu sampai ke hilir.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didaulat oleh Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga merupakan Panglima Santri, Uu Ruzhanul Ulum sebagai Bapak Santri Tani Indonesia. Gelar ini diberikan kepada Amran sebagai salah satu penghargaan para santri atas kepedulian Amran terhadap petani muda.


Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berjanji akan mengembangan program gerakan 1 juta petani milenial di seluruh Indonesia.

"Sebagai langkah awal kami melakukan pembinaan bagi 120.000 santri tani yang tergabung dalam 4.000 kelompok santri tani milenial (KSTM). Mereka ini yang akan membantu meningkatkan produksi, apalagi Tasikmalaya memiliki potensi pengembangan pertanian padi dan hortikultura," kata Amran, Jumat (25/1).

Amran mengatakan, pemerintah juga sudah melakukan upaya lain seperti bimbingan tehnik budidaya pertanian, demonstration plot, dan distribusi sarana produksi seperti benih padi, kopi, tanaman perkebunan seperti cabai sayuran dan buah-buahan dengan alat Alsinta berupa traktor.

"Kami juga melakukan bimbinga untuk ternak ayam, kambing atau domba dan sapi. Kami berharap semua upaya ini mampu menggerakkan para santri menjadi pengembang usaha pertanian yang modern," katanya.

Pengembangan 1 juta petani melenial sudah mengalami berbagai pengembangan. Di Jawa Barat sendiri, pemerintah telah melibatkan 24.000 santri tani yang tergabung dalam 800 kelompok santri tani.

Sejauh ini, santri tani sudah tersebar di seluruh provinsi mulai dari Aceh sampai Papua. Total pesertanya bahkan mencapai 5.760 dengan rata-rata usia 19-39 tahun. Diharapkan, mereka lebih peka dan tanggap terhadap teknologi digital, alsintan dan memiliki lahan.

Menurut Amran, berbagai upaya ini mampu mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian hingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Gerakan ini juga dinilai salahsatu cikal bakal dalam memecahkan sulitnya lapangan pekerjaan. Apalagi santri melenial didukung dengan pengembangan wirausahawan.

"Secara lebih spesifik, tujuan diselenggarakan gerakan petani milenial adalah membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, menekan kemiskinan dan urbanisasi, serta menumbuhkan wirausaha muda pertanian (agro-entrepreunership)," katanya.

Sejauh ini, Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu penyumbang produksi padi dan sayuran di wilayah Jabar dengan luasan lahan sebesar 144.239 hektare. Sedangkan lahan kering untuk pertanaman sayuran sebesar 26.570 hektare.

Sementara itu, produksi padi di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2018 mencapai 907.095 ton dengan proporsi angkatan kerja sebanyak 56,32 persen. Sedangkan untuk peluang usaha agribisnis sektor pertanian modern di kabupaten ini cukup memadai yang mencapai 50 persen.

Selanjutnya acara yang dihadiri 15.000 santri ini dilanjutkan dengan dialog bersama dan tanya jawab.

Acara sendiri dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Wakil Gubernur Jawa Barat, PBNU, Ketua DPRD. Ada juga jajaran dari Sekretariat Negara, Kementerian BUMN, Kemenko Perekonomian, Kemendes, Kemenag, PTPN VIII, Pangdam III Siliwangi, Pemkab asikmalaya, pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Dinas Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian se Jabar. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya