Berita

Aksi Awak Mobil Tangki/Net

Nusantara

AKSI OBOR

Tekad Sopir Tangki Sudah Bulat: Hancur Satu Hancur Semua

KAMIS, 24 JANUARI 2019 | 16:06 WIB | LAPORAN:

. Obor perlawanan milik Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina sudah sempat dinyalakan di area Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, Kamis siang (24/1).

Obor untuk aksi itu dinyalakan karena mereka kecewa dengan sikap PT Pertamina dan PT Patra Niaga yang tidak hadir dalam rapat bersama di PT Garda Utama Nasional (GUN), di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis pagi.

Pihak Pertamina dan Patra Niaga hanya mewakilkan PT GUN dalam rapat yang dihadiri pihak Suku Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretariat Negara dan AMT itu.


PT GUN sebagai perusahaan vendor (perusahaan outsourcing/penyedia jasa tenaga kerja) angkutan bagi bahan bakar minyak (BBM) Patra Niaga anak perusahaan Pertamina.

Kini, obor itu sedang dimatikan karena Kantor Staf Presiden (KSP) sedang memfasilitasi pertemuan dengan semua pihak terkait di kantor KSP, Jakarta Pusat.

Ribuan massa AMT saat ini sedang ada di posko aksi di Plumpang, Jakarta Utara.

Ariswiyono, salah seorang yang menjadi korban pemecatan sepihak Pertamina mengatakan, kalau hasil rapat tidak tidak memenuhi tuntutan mereka, bisa saja obor itu kembali dinyalakan.

Dia mengaku, massa AMT sudah lelah terus dijanjikan. Saat aksi kubur diri di depan Kementerian BUMN dan Istana Negara, mereka selalu diberi angin segar. Apalagi PHK sepihak yang mereka terima dari pesan singkat (SMS) sudah terjadi dua tahun lalu.

"Yang pasti massa sudah bertekad masuk (Depo). Kalau tidak dipenuhi, mereka mau masuk. Prinsipnya tidak ada yang menang tidak ada yang kalah, hancur satu hancur semua. Itu bahasa nekatnya," tutup Ariswiyono yang ikut rapat di kantor KSP.

Aksi SP-AMT Pertamina menyuarakan empat tuntutan: Pertama, dipekerjakan kembali sebagai buruh tetap PT Pertamina Parta Niaga dan PT. Elnusa Petrofin. Kedua, pembayaran upah lembur selama ini yang belum dibayarkan. Ketiga, pembayaran upah proses selama 19 bulan di-PHK ilegal. Keempat, pensiun bagi AMT yang sudah masuk usia pensiun, dan kompensasi bagi keluarga AMT yang suaminya telah meninggal selama PHK ilegal. [rus] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya