Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Solusi Kemelut Wabah Kebencian

KAMIS, 24 JANUARI 2019 | 07:22 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mendukung gerakan reformasi menghadirkan demokrasi di persada nusantara tercinta. Namun terus terang saya harus mengakui bahwa poster  menampikan foto Pak Harto sedang melambaikan tangan sambil tersenyum diiringi komentar “PIYE KABARE ? ENAK JAMANKU TO!”  membuat saya tertegun lalu merenung.

Wabah Kebencian

Akhir-akhir ini, rasa prihatin sering menyelinap ke lubuk sanubari saya. Sayang setriliun sayang, demokrasi yang dengan susah payah dihadirkan di Tanah Air Udara tercinta ini ternyata membuahkan dampak kurang positif yaitu wabah kebencian yang merajalela akibat angkara murka perebutan tahta kekuasaan.


Kreativitas mengungkap kebencian beranekaragam mulai dari saling menghujat, saling memfitnah sampai ke saling melapor ke Bareskrim atas tuduhan menyebar kebencian.

Sila ketiga di dalam Pancasila yaitu Persatuan Indonesia dirongrong bahkan dicabik-cabik demi  memperebutkan singgasana kekuasaan di Republik Indonesia.

Jika dahulu kebencian hadir antara bangsa Indonesia yang dijajah melawan para bangsa penjajah, kini kebencian hadir antara sesama bangsa, sesama warga sesama negara yaitu Indonesia.

Makin memprihatinkan bahwa yang gigih diperjuangkan bukanlah kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia namun sekadar tahta singgasana kekuasaan bagi segelintir pihak yang juga sesama warga negara Indonesia.

Solusi


Di tengah kemelut wabah kebencian mendadak timbul sebercak harapan  ditawarkan seorang warga Indonesia melalui apa yang disebut sebagai ruang maya alias cyber space. Ryan Pargo melalui @pargo.ryan menawarkan solusi  kemelut wabah kebencian sebagai berikut “Biar ga ribut bagaimana kalo Prabowo dan Jokowi sama-sama jadi presiden.

Jokowi shift pagi, Prabowo shift malem.

Sebagai pendiri Perhimpunan Pencinta Humor yang sedang mempelajari apa yang disebut sebagai “humor”, saya menilai solusi yang ditawarkan Ryan Pargo merupakan sebuah mahakarya humor yang mengandung makna estetika yang meluas di samping mendalam.

Mohon dimaafkan, apabila solusi Ryan Pargo demi meredakan wabah kebencian ternyata malah dianggap makin merajalelakan wabah kebencian maka mohon jangan ada yang tega melaporkan saya ke Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan menyebar kebencian. [***]


Penulis adalah pendiri Perhimpunan Pencinta Humor


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya