Berita

TPM bersama pimpinan DPR Fadli Zon/RMOL

Hukum

TPM: Kalau Mau Menolong Ustaz Baasyir, Kasih Saja Remisi

KAMIS, 24 JANUARI 2019 | 04:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim pengacara muslim (TPM) menyampaikan pesan pendiri Jamaah Anshorud Daulah (JAD) Ustaz Abu Bakar Baasyir kepada pemerintah.

Hal itu utarakan Ketua TPM Mahendradatta kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat mengadukan pembatalan pembebasan Ustaz Ba'asyir di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/1).

"Tambahan Pak Fadli, saat itu saya ketemu Ustaz ABB, dia punya pemikiran simpel tapi mekanisme yang baik. Ustaz ngomong ke Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra) kata dia kepada saya 'tolong kasih remisi saja yang besar' ungkap Mahendradatta menirukan Ustaz Ba'asyir.


Menurut Mahendradatta, pihaknya membandingkan dengan bos Bank Century Robert Tantular yang mendapatkan remisi narapidana sebanyak 77 bulan. Hal itu sejatinya juga bisa diberikan kepada Ustaz Baasyir.

"Nah, bulan Desember ada terpidana dapat remisi 77 bulan, bos Century itu Robert Tantular kan remisi 77 bulan," katanya.

TPM menyarankan kepada pemerintah jika ada itikad baik yang mengatasnamakan kemanusiaan maka betul-betul diperuntukkan bagi Ustaz Baasyir.

"Kalau mau nolong ya kasih saja remisi. Sebab, Robert Tantular sudah keluar dan hukumannya lebih lama dan masuknya juga lebih belakangan dari Ustaz ABB," ujar Mahendradata.

TPM juga meminta DPR untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah.

"Kami terus ingin mengajak DPR bekerja sama, dan harus ditagih janji presiden. Sebab, pemikiran yang simpel dari Ustad Baasyir justru brilian. Padahal kan setelah Idul Fitri ada dikasih remisi, kan selesai tidak ada polemik lagi," demikian Mahendradatta. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya